Home Warta Dunia

Mayat Korban Covid-19 Berserakan di Sungai Gangga, India Disarankan Lockdown Selama Dua Bulan

Korban Covid-19 India
Seorang polisi meminta orang-orang yang datang mengantre vaksinasi untuk pergi saat mereka berdiri di luar gerbang pusat vaksinasi Covid-19 yang ditutup karena tidak tersedianya pasokan vaksin Covid-19, di Mumbai, India, Senin (3/5/21). Foto: REUTERS / Francis Mascarenhas
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id – Pemerintah India disarankan memberlakukan lockdown selama dua bulan untuk mencegah lebih banyak jatuhnya korban Covid-19. Lockdown direkomendasikan untuk distrik-distrik dengan tingkat penularan virus corona di atas 10 persen.

“Distrik-distrik dengan tingkat penularan tinggi harus tetap lockdown. Jika tingkat penularannya sudah mencapai kisaran 5 persen, maka bisa dibuka. Hal itu mungkin bisa dicapai dalam 6-8 pekan,” ujar Kepala Dewan Riset Medis India, Balram Bhargava, dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu (12/5/21).

Menurut Bhargava, dua bulan adalah durasi yang pas untuk memastikan tingkat penularan menurun. Adapun pernyataan dia adalah yang pertama dari pemerintah pusat soal perlu seberapa lama lockdown Covid-19 dilakukan.

BACA JUGA : Warga India Pakai Kotoran Sapi untuk Tangkal Covid-19, Berhasilkah?

Laporan Reuters, 75 persen dari 718 distrik India memiliki tingkat penularan di atas 10 persen. Beberapa di antaranya adalah kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru.
New Delhi, misalnya, memiliki tingkat penularan 17 persen walaupun sempat menyentuh 35 persen.

“Jika Delhi tidak melakukan lockdown, itu bakal menjadi bencana,” ujar Bhargava.

Sejauh ini, India belum pernah menerapkan lockdown nasional sekalipun. Administrasi PM Narendra Modi masih bergeming, memilih pembatasan sosial saja agar perekonomian India tidak terdampak. Lockdown, kata ia, adalah langkah terakhir.

Meski Modi belum menginstruksikan lockdown, sejumlah negara bagian telah melakukannya dengan standar berbeda-beda. Ada yang menerapkan jam malam panjang, ada yang tidak. Per berita ini ditulis, 50 persen negara bagian India telah melakukan lockdown karena penularan yang tinggi.

Ketika laporan ini dipublikasikan, India tercatat memiliki 23 juta kasus, 254 ribu korban meninggal, dan 19 juta warga yang sembuh. Jumlah kasus harian belum menunjukkan perubahan signifikan dengan angka terakhir adalah 340 ribu kasus Covid-19.

Covid-19 India
Petugas menggunakan pakaian pelindung hazmat saat bersiap-siap melakukan kremasi pada jenazah korban Covid-19 di New Delhi, India, 26 April 2021. India sekarang menjadi episentrum pandemi global, dengan infeksi meningkat ratusan orang dalam 24 jam terakhir. Foto: REUTERS/Adnan Abidi

Jenazah Penderita Covid-19 Dibuang ke Sungai Gangga

Sementara itu, puluhan jenazah yang diyakini meninggal dunia akibat Covid-19 dibuang ke sungai Gangga, India. Jenazah-jenazah itu pun kini terdampar di tepi sungai di India bagian utara.

BACA JUGA : India Pecahkan Rekor, 400 Ribu Infeksi Baru dalam Sehari

Ditemukannya puluhan jenazah di sungai Gangga ini mengejutkan penduduk setempat serta di media sosial India. Banyak pengguna media sosial berkomentar tentang meningkatnya kematian Covid-19 di pedesaan India.

“Sekitar 35-40 mayat terlihat, banyak di antaranya kemungkinan adalah korban Covid-19. Pada hari-hari biasa kami melihat dua hingga tiga mayat seperti itu di bentangan sungai ini, tetapi jumlahnya tinggi karena wabah mematikan itu,” kata pejabat setempat Naval Kant kepada kantor berita dpa melalui telepon dari kota Chausa di Buxar

Beberapa media lokal melaporkan jumlah mayat bisa mencapai 100.

Warga mengatakan kepada AFP bahwa mereka yakin mayat-mayat itu dibuang ke sungai karena krematorium penuh atau karena keluarga tidak mampu membeli kayu untuk kremasi.

“Ini benar-benar mengejutkan kami,” kata Kameshwar Pandey.

Laporan tersebut mengutip pejabat lain yang mengatakan beberapa dari jenazah sudah membengkak karena berada di sungai selama beberapa hari.

Pejabat distrik Ashok Kumar mengatakan sekitar 40 mayat terdampar di distrik Buxar dekat perbatasan antara Bihar dan Uttar Pradesh, dua negara bagian termiskin di India.

“Kami telah mengarahkan pejabat terkait untuk membuang semua jenazah, baik untuk menguburkan atau mengkremasi mereka,” kata Kumar kepada kantor berita AFP dikutip dari Aljazeera, Selasa (11/5/21).

BACA JUGA : 127 WN India Masuk ke Indonesia Pakai KITAS dan KITAP, Apa Itu?

Pandemi telah menyebar dengan cepat ke pedalaman pedesaan India yang luas, membanjiri fasilitas kesehatan setempat serta krematorium dan pemakaman.

Media lokal melaporkan ada kepanikan di Chausa dan kota-kota tetangga tentang infeksi dari tubuh dan air sungai.

“Orang-orang takut tertular Covid-19. Kami harus menguburkan mayatnya,” ujar Narendra Kumar, seorang penduduk desa mengatakan kepada saluran berita NDTV.

Selama akhir pekan, beberapa mayat yang sebagian terbakar terlihat di sungai Yamuna di kota Hamirpur, Uttar Pradesh. Para pemimpin oposisi mengklaim mayat-mayat itu adalah bukti bahwa sejumlah besar kematian akibat virus corona tidak terdaftar.

Menurut statistik resmi, sekitar 4 ribu orang saat ini meninggal sebagai korban Covid-19 setiap hari di India dan total jumlah kematian hampir 250 ribu.

*****

Editor : YB Trisna

Sumber : Tempo.co

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin