Home Kepulauan Riau

Masa Pandemi, Rahma Berjuang Pulihkan dan Benahi Ekonomi Masyarakat

Pemerintah Kota Tanjungpinang fokus pada pemulihan ekonomi dimasa pandemi dari segala sisi. Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP juga bersinergi menangani Covid-19 di Ibukota Propinsi Kepri Tanjungpinang. Seperti halnya vaksin tahap pertama yang sudah selesaikan 87 % dan vaksinasi tahap 2 sudah 72,6% hingga 20 Februari.

Pemko juga sudah melakukan pembentukan Posko Covid-19 di 18 Kelurahan se Kota Tanjungpinang hingga ketingkat RT /RW. Pembentukan posko ditempatkan di kawasan yang dideteksi penyebaran Covid19 nya tinggi. Dalam pemulihan ekonomi dimasa pandemi saat ini, sesuai arahan Presiden RI, Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah mulai melakukan padat karya. Diantaranya mengawal sekitar 12.000 UMKM dan memberikan pelatihan untuk 1.000 UMKM di tahun 2021 yang kegiatannya tersebar di beberapa OPD, diantaranya Disnaker Koperasi UKM, Disperdagin, DP3APM, Dinsos.

Pemerintah juga sudah melakukan kerjasama dengan Swalayan dan BRC lagoi untuk mempromosikan produk dari pelaku UKM yang terdata di Pemko Tanjungpinang secara gratis. Disiapkan juga bantuan langsung kebutuhan peralatan UKM melalui dana CSR bersama Bank Riau Kepri Syariah.

Pemerintah Kota Tanjungpinang juga memiliki program zakat ASN Pemko Tanjungpinang. Setiap bulan sebanyak 3000an PNS dipotong zakat dengan total Rp. 360 Juta sampai Rp. 400 Jt setiap bulan. ASN turut berpartisipasi dengan tujuan agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa proses yang panjang. Dan dalam waktu dekat, Pemerintah juga akan launching jumat berkah disetiap Kelurahan, dengan program segenggam beras sebutir kasih sayang.

Pj. Gubernur Kepri Dr. Suhajar Diantoro, S.I.P apresiasi atas kinerja Pemko Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Rahma. Seperti penanganan Covid19, dana CSR, bantuan zakat dari PNS, Secanting beras, dan penguatan UMKM di Kota Tanjungpinang.

“Saya apresiasi atas kinerja Ibu Rahma memimpin Kota Tanjungpinang, semoga terus berjalan dengan baik, dan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan dan membawa berkah bagi Masyarakat Kota Tanjungpinang. Dan saya juga berpesan agar Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat kendalikan penyebaran Covid19, sukseskan vaksinasi, utamakan program padat karya, serta pastikan bantuan untuk rakyat miskin dikawal dengan baik dan cepat restribusi bantuan untuk masyarakat miskin. ” Harap Suhajar.

*) Walikota Ajak Masyarakat Pantau Posko Kampung Tangguh

Rahma harapkan kehadiran Posko Kampung Tangguh Covid19 ini mampu menerapkan kearifan lokal. Posko ini dianggap punya berbagai program yang sangat bermanfaat. Selain untuk menekan penyebaran Covid-19 juga menjalin kebersamaan. Rahma yang menyambut baik kehadiran Posko Kampung Tangguh yang tersebar di Kota Tanjungpinang diharapkan mampu meminimalisir dan menekan angka penyebaran Covid-19.

Posko Kampung Tangguh Covid 19 ditujukan supaya seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi, bergotong-royong serta konsisten untuk secara bersama menjaga dan memantau agar kampungnya bebas dari Covid-19. Pemberdayaan Posko kampung tangguh harus di jaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Pembangunan posko diminta bisa ketingkat RT dan RW se Tanjungpinang. Sehingga masyarakat bisa terus memantau perkembangan penyebaran Covid19 dilingkungan sekitar. Dengan begitu bisa terbebas dari Covid-19. Atau bisa sebagai upaya dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19.

Pendirian posko kampung tangguh Covid19 ini disetiap kampung atau di perumahan, diharapkan masyarakat bisa lebih tertib dengan protokol kesehatan dan harus menerapkan gerakan 5M.

“Saya minta Posko Kampung tangguh Covid19 ini harus ada disetiap perumahan dan perkampungan. Agar jika ada warga yang terkonfirmasi gejala Covid19 bisa cepat diatasi, dan teruslah terapkan gerakan 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Selain itu, sebagai wadah edukasi terhadap masyarakat tentang Covid-19,” Harap Rahma.

*) Penguatan UMKM jadi Titik Fokus Walikota Pulihkan Ekonomi Tanjungpinang

Upaya peningkatan dan pemulihan ekonomi di Kota Tanjungpinang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, Selasa (16/2).

Rahma mengatakan bahwa perkembangan harga bahan komoditas bahan pokok di Kota Tanjungpinang saat ini masih tergolong stabil. Namun beberapa komoditi kebutuhan pokok perlu diperhatikan dan terus dilakukan pemantauan secara khusus kedepannya.

Rahma juga mengapresiasi kerja keras Tim TPID Kota Tanjungpinang yang bekerja dengan baik dan maksimal mengendalikan Inflasi selama ini. Diharapkan dapat terus dijaga dan dikawal dengan baik hal yang sudah dilaksanakan.

Terjadinya inflasi saat ini dipengaruhi hari besar Imlek sehingga tingkat konsumsi masyarakat meningkat jelang perayaan tersebut. Di masa pandemi ini masyarakat terbatas berpergian ke luar daerah, berdampak pada daya beli masyarakat yang meningkat. Untuk itu semua pihak perlu menjaga stok komoditi untuk Kota Tanjungpinang.

Terkait peningkatan UMKM, Rahma mengatakan terdapat 12.000 UMKM kategori omset dibawah Rp300 juta per tahun di Kota Tanjungpinang. Dalam upaya penguatan UMKM dan pemulihan ekonomi masyarakat, Pemko Tanjungpinang telah melakukan persiapan kerjasama untuk dana CSR di Bank Riau Kepri Syariah dengan cara menjemput kebutuhan kelengkapan UMKM. Selain itu, juga akan dioptimalkan Gerai Pangan yang ada di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang. Rahma juga mengatakan saat ini sudah ada 6 swalayan yang bekerjasama dengan Pemko Tanjungpinang untuk menjualkan produk UMKM Binaan Pemko Tanjungpinang. “Semoga langkah-langkah yang telah kami lakukan sebagai titik fokus untuk penguatan UMKM dan pemulihan ekonomi masyarakat agar dapat berjalan dengan baik, saya juga mengajak kepada Bank Indonesia dan rekan-rekan TPID untuk dapat mengunjungi Gerai Pangan dan swalayan tersebut, mungkin ada program-program yang dapat kita lakukan kerjasama,” ujar Rahma.

Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia terkait pengendalian inflasi yakni kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga. Namun juga diarahkan pada upaya untuk memastikan terjaganya daya beli masyarakat melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan terhadap sektor UMKM. Pemerintah Daerah diharapkan memperkuat kebijakan Pemerintah Pusat dengan mempercepat realisasi APBD terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi termasuk sektor UMKM.

Penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah harus dilakukan dengan mengarahkan belanja pada produk-produk dalam negeri. Baik produk pertanian maupun UMKM. Pemerintah daerah juga harus memastikan ketersediaan data informasi pangan yang akurat diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan tingkat pusat dan daerah. Mengatasi permasalahan keterbatasan pasokan pangan, mendorong perdagangan, serta memperkuat kerja sama antar daerah. Pemerintah Daerah diharapkan dapat membangun optimisme pemulihan ekonomi dengan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah kebijakan dan penanganan pandemi COVID-19 di pusat dan daerah.

Sementara itu, menurut data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang, bahwa IHK Kota Tanjungpinang pada Februari 2021 diperkirakan terkendali pada Kisaran 0,04 – 0,34% (mtm) atau 2,00 – 2,40% (yoy). Sedangkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua Februari 2021, mengindikasikan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi 1,38% (mtm).

Terdapat beberapa potensi risiko inflasi antara lain peningkatan curah hujan berpotensi mendorong kenaikan harga pada komoditas bahan pangan seperti cabai (merah dan rawit), produk unggas (daging dan telur), serta komoditas sayuran. Kemudian harga rokok berpotensi meningkat menjelang implementasi kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan Harga Jual Eceran (HJE) pada 1 Februari 2021 serta penyesuaian tarif dan upah pada awal tahun 2021.

Musni Hardi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri mengatakan, terjadinya inflasi ini agar diantisipasi jelang Ramadhan dan Idul Fitri. “Semoga tingkat inflasi ini dapat kita kendalikan, karena dipastikan tingkat daya beli masyarakat meningkat pada 2 waktu tersebut,” ungkap Musni.

Sementara itu, data yang disampaikan oleh Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Mangampu Tua Gultompada, bulan Januari 2021 IHK stabil terdiri dari kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga dan budaya serta pendidikan. Komoditas dominan penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang terdiri dari cabai merah 0,14%, daging ayam ras 0,10%, ikan selar 0,06%, telur ayam ras 0,05%, sotong 0,03%, ikan tongkol 0,03%, kol putih/kubis 0,03%, bayam 0,02%, ikan bakar 0,02% dan kangkung 0,02%.

Mengenai perkembangan harga bulan Februari 2021, tercatat 21 komoditi barang/jasa kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan harga, di antaranya adalah ikan tamban, ikan bulat, ikan lele, ikan layang, cumi-cumi, ikan nata besar, ikan ekor kuning, sotong, ikan caru, ikan asin teri, ikan asin belah, wortel, buncis, cabai hijau, daun bawang, cabai merah kering, kacang tanah, sabun cair cuci piring, mie kering instan, tepung terigu dan minyak goreng.

Inflasi di Kepri terendah ke-5 se-Sumatera yang didorong deflasi beberapa komoditas seperti tarif angkutan udara dan volatile food. Inflasi di Kepri, Batam dan Tanjungpinang pada bulan Januari didorong oleh peningkatan daging ayam ras, cabai rawit dan beras. Peningkatan harga daging ayam didorong oleh kenaikan harga pakan dan berkurangnya pasokan. Peningkatan cabai rawit didorong oleh pasokan, kenaikan harga beras didorong kenaikan harga gabah di tingkat penggilingan. Dari 24 Kota IHK di Sumatera dan Nasional pada Januari 2021, Tanjungpinang mengalami inflasi 0,56% diantara Kota Batam sebesar 0,68% dan Kota Metri sebesar 0,53%, sedangkan untuk nasional sebesar 0,26%.

Sementara itu, Perwakilan Bulog mengatakan ketersediaan stok beras yang tersedia saat ini 1.873 ton di gudang Bulog Tanjungpinang tergolong aman dan cukup cukup untuk 4 bulan kedepan. Seperti minyak 4 ton, daging 9 ton dan tepung terigu 3 ton. Hal ini akan dilakukan penambahan jelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Dengan data yang ada saat ini secara keseluruhan, ketersediaan komoditi di gudang Bulog Tanjungpinang tergolong aman dan mencukupi beberapa bulan dan sudah ada upaya untuk penambahan seperti yang telah disebutkan pada bulan sebelumnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin