Home Gaya Komunitas

Marlin Bangun Skill Kaum Muda Jadi Garda Terkuat dalam Konstelasi Ekonomi

42
Skill Kaum Muda
Cawagub Kepri nomor urut 3 Marlin Agustina saal silaturahmi ke Perumahan Mutiara View, Tiban, Jumat (6/11/20).(F: Ist)

Barakata.id- Indonesia, Kepri khususnya, bakal mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Maknanya usia produktif akan mendominasi.

Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 3 Marlin Agustina sudah memikirkan hal ini selangkah di depan. Bersama calon gubernur Ansar Ahmad, Marlin sudah menyiapkan beberapa program.

Baca Juga:
Visi Misi Marlin Autentik dan Relevan, Rasional untuk Diwujudkan

Marlin sadar, kaum muda adalah garda terdepan dalam tatanan ekonomi sebuah bangsa.

“Bonus demografi ini harus dipersiapkan secara matang. bila tidak, khawatir generasi muda kita tergilas dalam persaingan global,” ujarnya saat ditemui di sela-sela silaturahmi dengan warga Mutiara View, Tiban, Jumat (6/11/2020).

Apalagi, angkatan kerja saat itu akan mencapai angka 70 persen. untuk itu generasi muda akan dia bekali dengan beragam pelatihan untuk meningkatkan daya saing. Tentu juga dilakukan dengan pendidikan vokasi yang berorientasi pada keahlian serta siap kerja.

Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi akan banyak terserap di dunia kerja. Mereka mampu bersaing secara global karena fokus pada pengembangan keterampilan dan teknologi aplikatif.

“Itulah mengapa kami juga sambut dengan program pemberdayaan perempuan dan kepemudaan, menciptakan 100 ribu lapangan pekerjaan per 5 tahun, hingga sertifikasi dunia kerja,” terangnya.

Baca Juga:
Kepri jadi Pusat Perhatian, Marlin Sambut dengan Program Kemudahan Investasi

Terkait program sertifikasi profesi itu bertujuan untuk memastikan kompetensi seseorang yang telah didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja.

Sehingga angkatan kerja ini memiliki kompetensi dan kemampuan knowledge dan skill di bidangnya.

”Revolusi Industri 4.0 saat ini menuntut sumber daya kita terukur pada standar kompetensi mulai dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. karena setiap perusahaan itu punya kultur,” terangnya.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin