Home Nusantara Asahan

Marak Beroperasi, Tank Kerang Thailand Ancam Mata Pencaharian Nelayan Tradisonal

Marak Beroperasi, Tank Kerang Thailand Ancam Mata Pencaharian Nelayan Tradisonal

Barakata.id, Tanjungbalai – Para Nelayan tradisional tojok kerang dan jaring tangkul gurita resah dengan aktivitas kapal “Tank Kerang Thailand” yang marak beroperasi disekitar laut Tambun Tulang (Asahan-Tanjungbalai-Batubara).

Mereka khawatir selain dapat mengakibatkan merusak ekosistem laut, keberadaan Kapal-Kapal “Tank Kerang Thailand” juga bisa berdampak pada rusaknya alat tangkap jaring gurita milik mereka dan tentunya hal tersebut juga akan berimbas pada mata pencaharian para nelayan itu sendiri.

Untuk itu mereka mengharapkan adanya sikap dan tindakan yang tegas dari pihak-pihak terkait akan keberadaan Kapal-Kapal “Tank Kerang Thailand” tersebut.

Baca juga : Melihat Vanuatu, “Pulau Surga” yang Terancam Tenggelam

“Habis sudah kerang-kerang sampai kebenih-benihnya ditangkap Tank Thailand, apalagi yang mau dicari dan ditangkap Nelayan Kerang ke laut ?,” kesal Ketua Asosiasi Nelayan Tojok Kerang Tradisional Asahan-Tanjungbalai (ANTKT), Putra, Minggu (21/2/2021).

Putra juga mengungkapkan keheranannya akan sikap pihak berwenang yang hingga saat ini belum juga mengambil tindakan dan terkesan melindungi aktivitas kapal-kapal “Tank Thailand” yang telah lama beroperasi diwilayah perairan laut Tambun Tulang.

Bahkan katanya, kapal-kapal yang diduga beroperasi secara ilegal itu telah membuat pemetaan sepihak disekitar perairan laut Tambun Tulang sehingga merugikan Nelayan Asahan-Tanjungbalai.

Baca juga : Terciduk, Pesawat Perang Terbesar China Y-20 Mendarat di Laut Natuna Utara

“Tank Kerang ini seharusnya dilarang karena jelas-jelas merusak dan permasalahan ini juga yang menjadi akar perselisihan antara Nelayan Tanjungbalai dan Batubara,” ujar Putra.

Putrapun berharap selain dapat mengantisipasi perselisihan antara Nelayan Tanjungbalai dan Batubara, pihak berwenang yang ada perairan laut Tambun Tulang juga harus bertinda untuk menyelamatkan ekosistem kesejahteraan para nelayan.

“Semoga ada solusi dari pihak berwenang, selain menindak Tank Thailand pihak berwenang juga diharapkan bisa memastikan kondusifitas saat pengangkatan tangkul ketika nelayan tojok beroperasi sehingga tidak ada peselisihan antara kapal Tank Kerang dengan nelayan tojok yang hanya butuh waktu 4 jam dalam beroperasi,” harap Putra.

Baca juga : Militer AS-Cina Tegang di Laut Natuna, TNI Siagakan 4 Kapal Perang

Sementara itu, Kepala Pos (Kapos) Kapal Polisi Air Batubara, Bripka Sukardi Gultom hingga berita ini diturunkan belum membalas konfirmasi yang dikirim awak media melalui aplikasi perpesanan WhatApp.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin