Mantan Bintang Timnas Okto Maniani Tusuk Wasit dengan Bendera Hakim Garis

69
Okto Maniani saat berkostum Timnas Indonesia.

Barakata.id, Jakarta – Mantan bintang Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Okto Maniani dihukum larangan bermain sepakbola selama 6 bulan oleh PSSI. Okto dinyatakan bersalah karena menusuk wasit alias pengadil pertandingan.

Bagaimana kronologisnya? Mengutip laman PSSI, peristiwa penusukan yang dilakukan Okto itu terjadi dalam kompetisi Liga 2.

Okto yang membela klub Persewar Waropen tak rela klubnya kalah saat laga melawan Mitra Kukar di Stadion Rondong Demang, Kota Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat (6/9/19).

Baca Juga : Lima Pemain Muda Potensial dengan Harga Mahal

Okto tak sendiri, perbuatan tak terpuji itu dilakukannya bersama pelatih  Persewar Waropen, Carolina Ivak.

Laga itu berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Mitra Kukar. Gol semata wayang di pertandingan tersebut dicetak oleh M Rafli Mursalim pada menit tambahan babak kedua

Tidak puas dengan hasil laga, para pemain serta ofisial tim Persewar Waropen melancarkan aksi protes terhadap wasit. Termasuklah Okto Maniani.

Sayangnya, bintang Timnas di era kepelatihan Alfred Riedl pada era 2010-an itu tak bisa mengontrol emosinya. Ia naik pitam, dan mencabut bendera hakim garis yang ada di pinggir lapangan.

Tiba-tiba saja, Okto menusukkan gagang bendera itu ke perut wasit. Tak ada yang sempat menghentikan aksinya.

Perbuatan Okto langsung menuai kecaman dari banyak pihak. Ia dinilai telah menciderai semangat fair play dalam olahraga. Apalagi ia pernah tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia.

Sidang Komdis PSSI

Atas perbuatannya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI pun menjatuhi hukuman larangan bermain sepakbola selama 6 bulan di lingkungan PSSI. Keputusan itu merupakan hasil sidang yang digelar pada 18 dan 20 September 2019.

Melansir situs resmi PSSI, pada sidang itu, ada 7 putusan yang dihasilkan Komdis PSSI. Berikut hasil sidang Komdis PSSI, tanggal 18 September 2019:

Baca Juga : Lionel Messi Terancam Sanksi Larangan Bermain Dua Tahun

1. PSIS Semarang

– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSM Makassar vs PSIS Semarang
– Tanggal kejadian: 11 September 2019
– Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuning dalam satu pertandingan
– Hukuman: Denda Rp50.000.000

2. Arema FC

– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: Arema FC vs Borneo FC
– Tanggal kejadian: 13 September 2019
– Jenis pelanggaran: pelemparan ke lapangan dan wasit (pengulangan)
– Hukuman: Denda Rp75.000.000

3. Persija Jakarta

– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: Persija Jakarta vs PSIS Semarang
– Tanggal kejadian: 15 September 2019
– Jenis pelanggaran: Penyalaan flare dan pelemparan ke supporter PSIS Semarang
– Hukuman: Denda Rp75.000.000

4. Pemain Aceh Babel United, Afriansyah

– Nama kompetisi: Liga 2 2019
– Pertandingan: Blitar Bandung United vs Aceh Babel United
– Tanggal kejadian: 12 September 2019
– Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
– Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

5. Pemain Persiba Balikpapan, Septinus Alua

– Nama kompetisi: Liga 2 2019
– Pertandingan: Persatu Tuban vs Persiba Balikpapan
– Tanggal kejadian: 14 September 2019
– Jenis pelanggaran: melakukan protes dan memukul wasit
– Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.

Hasil sidang Komdis PSSI, tanggal 20 September 2019:

1. Ofisial Persewar Waropen,Carolina Ivak

– Nama kompetisi: Liga 2 2019
– Pertandingan: Mitra Kukar FC vs Persewar Waropen
– Tanggal kejadian: 6 September 2019
– Jenis pelanggaran: Memukul asisten wasit
– Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan

2. Pemain Persewar Waropen, Oktavianus Maniani

– Nama kompetisi: Liga 2 2019
– Pertandingan: Mitra Kukar FC vs Persewar Waropen
– Tanggal kejadian: 6 September 2019
– Jenis pelanggaran: Menusukkan gagang bendera ke perut wasit
– Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini