Home Warta Ekonomi Mangkrak 7 Tahun, Isdianto Minta Sinopec Tuntaskan Proyek Depo Minyak Batam

Mangkrak 7 Tahun, Isdianto Minta Sinopec Tuntaskan Proyek Depo Minyak Batam

143
Plt Gubernur Kepri, Isdianto meminta proyek pembangunan Depo Minyak Batam di Pulau Janda Bergias yang mangkrak 7 tahun lamanya, segera dilanjutkan. (F: Barakata.id/Teguh Prihatna)

Menurut Isdianto, percepatan pembangunan depo minyak di Batam oleh PT WPT juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Batam. Dengan pembangunan proyek yang sudah mangkrak selama lebih dari 7 tahun ini harapannya akan menarik investor global lainnya.

“Batam adalah salah satu parameter investasi di Indonesia. Berjalannya kembali pembangunan depo minyak milik investor seperti Sinopec dari Tiongkok itu akan berdampak luas terhadap minat investor lainnya. Kita ingin PT WPT segera memberikan kepastian kapan proyek ini akan dilanjutkan,” tegas Isdianto.

Syamsul Bahrum selaku Sekretaris Tim Percepatan Investasi Daerah Propinsi Kepri menambahkan, percepatan realisasi dari Sinopec di Batam akan menciptakan iklim investasi yang positif. Sebagai salah satu BUMN terbesar di Tiongkok, investasi Sinopec juga bakal mendorong perusahaan lain di negeri tersebut ikut masuk ke Batam.

“Pembangunan depo minyak oleh Sinopec di Batam ini punya multiplier effect yang besar. Karena itu, pemerintah Kepri sangat terbuka untuk mendorong agar investasi ini dapat segera dimulai lagi,” katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum PT Batam Sentralindo (PT BS), pengelola kawasan Pulau Janda Berhias memastikan bahwa pengembangan wilayah itu sebagai kawasan industri sudah memenuhi semua ketentuan. Pembangunan kawasan industri ini telah berjalan lebih dari 10 tahun dan sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kota (Pemko) serta Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kawasan industri di Pulau Janda Berhias ini telah lebih dari 10 tahun kami bangun dan kembangkan. Sebagai pelaku usaha tentunya kami selalu patuh dan mengikuti setiap regulasi untuk mendapatkan kepastian usaha,” kata Legal PT Batam Sentralindo, Paulus dalam keterangannya.

Baca Juga :
33 SKPD Kepri Terima DPA 2020, Isdianto Minta Semua Proyek Tuntas

TP4D Sudah Bubar, Kejari Tanjungpinang Tetap Kawal Proyek Daerah

Menurut Paulus, di kawasan pulau Janda Berhias telah dibangun kawasan industri WPMIP. Sejak Februari 2017 WPMIP merupakan salah satu kawasan industri di Batam yang telah berhasil mendapatkan status KLIK dari BKPM Pusat.

Status KLIK dari BKPM Pusat diperoleh setelah melalui berbagai proses yang cukup panjang. Menurut Paulus, tidak mungkin perusahaan dapat diberikan status KLIK oleh BKPM apabila pembangunannya tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

“Pengembangan kawasan ini juga merupakan komitmen kami untuk ikut mengoptimalkan potensi Batam sebagai tujuan investasi di Indonesia, dan menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat sekitar Batam,” kata Paulus.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin