Home Warta Ekonomi

Mangkrak 7 Tahun, Isdianto Minta Sinopec Tuntaskan Proyek Depo Minyak Batam

139
Plt Gubernur Kepri, Isdianto meminta proyek pembangunan Depo Minyak Batam di Pulau Janda Bergias yang mangkrak 7 tahun lamanya, segera dilanjutkan. (F: Barakata.id/Teguh Prihatna)

Barakata.id, Batam – Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto meminta proyek pembangunan Depo Minyak Batam segera dituntaskan. Proyek senilai Rp11 triliun lebih itu sudah mangkrak selama 7 tahun.

Dalam perencanaannya, kilang atau depo minyak itu akan dibangun di kawasan West Point Maritime Industrial Park (WPMIP), Batam oleh PT West Point Terminal (WPT). Proyek pembangunan depo minyak senilai USD 841 juta (sekitar Rp11,77 triliun kurs Rp14.000/USD) tersebut sudah terhenti sejak tahun 2012.

Isdianto mengatakan, kelanjutan proyek yang sudah melakukan ground breaking pada 9 Oktober 2012 itu bakal bisa menggairahkan kembali iklim investasi di Kepri, khususnya Batam.

Baca Juga :

BI Optimistis Perekonomian Kepri Tumbuh 5 Persen

Kunjungan Wisman Tingkatkan Perekonomian Kepri

Proyek itu juga akan mendorong terciptanya ribuan lapangan kerja yang dapat mengangkat perekonomian Kepri. Apalagi semua perijinan kawasan industrinya sudah lengkap dan termasuk salah satu Kawasan Langsung Investasi Kontruksi (KLIK) yang ditetapkan BKPM Pusat pada tahun 2017.

“Untuk mendorong perekonomian Kepri, investasi di proyek strategis seperti pembangunan depo minyak di Batam itu harus jadi prioritas untuk segera dibangun. Sangat disayangkan PT WPT sebagai penanggungjawab proyek tidak melanjutkan ground breaking yang sudah dilakukan 7 tahun lalu,” kata Isdianto dalam keterangannya, Senin (30/12/19).

PT WPT merupakan joint venture antara PT Mas Caputal Trust (MCT), entitas perusahaan lokal di Batam dengan Sinomart KTS Development Limited (Sinomart), anak usaha dari Sinopec, sebuah BUMN asal Tiongkok.

Ground breaking proyek pada 9 Oktober 2012 silam bahkan dihadiri oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia ketika itu, Liu Jianchao dan Gubernur Kepri Muhammad Sani (Alm).

Proyek strategis ini juga sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah Tiongkok lewat persetujuan dari National Development and Reform Comission (NDRC) Tiongkok terhadap Sinopec.

Selanjutnya, tarik minat investor lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin