Home Warta Dunia

Malaysia-Singapura Bersiap Buka Perbatasan

120
Malaysia Tutup pintu
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein di tengah perbatasan Johor-Singapura, Minggu (26/7/2020)./Poto: Kementerian Luar Negeri Singapura

Barakata.id, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia dan Singapura bersiap melonggarkan karantina (lockdown) dengan membuka perbatasan kedua negara paling cepat 17 Agustus 2020.

Malaysia dan Singapura sepakat membuka perbatasan kedua negara setelah prosedur pelaksanaan rute timbal-balik (RGL) dan pengaturan perjalanan komuter periodik (PCA) selesai dirumuskan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengungkapkan rencana itu setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrisnan di Causeway, perbatasan Malaysia-Singapura, Minggu (26/7/2020).

“Menindaklanjuti dua skema telah diumumkan pada 15 Juli 2020 yakni RGL dan PCA desainnya akan dilaksanakan mulai 10 Agustus 2020,” katanya dilansir New Straits Times.

Baca Juga:

COVID-19: Pasien di Kepri Tinggal 23 Orang

Ia mengatakan bahwa dalam pertemuan itu pemerintah Malaysia dan Singapura mencapai kesepakatan tentang prosedur pelaksanaan kedua skema tersebut.

Terkait kesepakatan itu, kata Hishammuddin, kedua pihak merancang untuk mengeluarkan panduan bagi publik mengenai syarat dan cara-cara membuat permohonan menyangkut kedua skema itu dalam waktu dekat.

“Sebagai informasi awal di pihak Malaysia, warga Malaysia yang layak memohon di bawah kedua skema tersebut bisa mengantar permohonan kepada Kantor Imigrasi Malaysia mulai 10 Agustus 2020,” katanya.

Baca Juga:

Bianglala Singapura Dibuka untuk Umum Mulai 23 Juli, Menyusul 13 Atraksi Wisata

Sementara itu seperti telah diinformasikan sebelumnya, terdapat dua lagi skema yang direncanakan, yaitu lintas perbatasan setiap hari bagi warga Malaysia dan Singapura, dan pembukaan perbatasan sepenuhnya.

“Untuk skema ketiga dan keempat, pemerintah Malaysia dan Singapura masih perlu memikirkan banyak aspek sebelum melaksanakannya. Ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan sehubungan situasi COVID-19 yang jelas masih belum reda. Dalam kata lain, memerlukan waktu,” katanya.
***
Editor: Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin