Home Kepulauan Riau LSM LIRA Harus Berintegritas dan Independen, Jangan Kaleng-Kaleng

LSM LIRA Harus Berintegritas dan Independen, Jangan Kaleng-Kaleng

20
LSM LIRA
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri pelantikan DPW LSM LIRA Kepri di Aula Pusat Informasi Haji Batam, Minggu (21/3/21). (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam – LSM LIRA Provinsi Kepri diminta mengedepankan sikap yang berintegritas dan independen dalam setiap gerakannya. Setiap pengurus harus bisa menjaga lembaga swadaya masyarakat ini tetap berwibawa.

“Jangan karena berita hoax lalu bertungkus lumus menginvestigasi suatu persoalan tapi hasilnya nol, tak usah. Jangan karena info kaleng-kaleng lalu membuat bergerak tak tentu arah,” kata Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Kepri di Aula Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Minggu (21/3/21).


“Kepada adik-adik saya di LIRA, saya ingatkan tiga hal ini. Jaga wibawa, jaga independensi, dan jaga integritas. Jangan kaleng-kaleng,” sambungnya.

BACA JUGA : Lira Kepri: Tangkap Aktor Intelektual dari 18 Proposal Fiktif, Dugaan Korupsi Bansos

Sebelum menyampaikan sejumlah hal, Amsakar menyampaikan salam Wali Kota Batam Muhammad Rudi kepada pengurus LIRA Kepri maupun berbagai pihak yang hadir dalam pelantikan tersebut.

“Salam dari bapak wali kota, pemimpin kita ini sedianya ingin hadir di tengah-tengah kita namun karena satu dan lain hal beliau mengamanahkan ke saya,” ucap Amsakar.

Ia menyebutkan, ada ragam setiap orang atau kelompok melihat suatu masalah. Terkait ini ia menganalogikan sudut pandang lalat dan lebah.

Menurut Amsakar, jika menggunakan sudut pandang atau mata lalat, semua hal dianggap kotor. Berbeda dengan lebah yang memandang semua hal manis, hematnya madu selalu ingin memproduksi madu.

“Nah sekarang kita mau melihatnya dari perspektif yang mana. Maka abang sampaikan jaga betul integritas, wibawa dan independensi tadi,” katanya.

Ia menerangkan, dari harapan maupun perumpamaan tersebut, LIRA hendaknya dapat obyektif menyikapi setiap masalah yang ditemui kemudian menviralkannya tanpa dasar yang bahkan belum jelas.

“Bedahlah secara objektif setiap masalah-masalah yang kalian dengar. Jangan ujug-ujug ekspose lalu membuat semua pihak tak dapat tidur karena ekspos itu, bukan dalam ranah itu bergeraknya LIRA yang saya harapkan,” imbuh dia.

Ia juga mengajak, LIRA menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun daerah. Menurutnya, bermitra tidak hanya positif konstruktif ataupun kritis, lebih dari itu harus disertai solusi.

“Bangunan LIRA ini anda semua pegang, mudah-mudahan kalian berada dalam koridor itu,” ujarnya.

Amsakar mendukung rencana LIRA yang ingin melakukan koordinasi internal guna mengembangkan sayap di berbagai daerah di Kepri sehingga dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah ke depan.

“Kita semua inginkan pembangunan daerah semakin maju,” katanya.

BACA JUGA : Terima Kuasa Warga, LIRA Kepri Siap Gugat PLN Batam Soal Tagihan Listrik

Lanjut Amsakar, kini Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan dirinya menjalani kepemimpinan periode kedua memimpin Batam. Selama lima tahun jilid pertama, Rudi-Amsakar telah menerajui pemerintahan di Batam dengan baik.

Dari postingan anggaran Rp2,6 triliun sampai Rp2,8 triliun lebih dari 64% diarahkan untuk belanja publik hanya 36% untuk belanja tidak langsung atau aparatur. Di dalam 36% tersebut bahkan ada insentif bagi 20.000 orang, dari RT/RW, pemuka agama, guru swasta, posyandu dan lainnya.

Selain itu juga, ada bantuan sosial juga ada bantuan bencana juga.

“Kami sudah sedemikian rupa bertindak efektif dan efisien dalam penggunaan anggaran dan diarahkan ke pembangunan yang baik. Ke depan mari kita bersama membangun kota yang cintai ini semakin maju lagi,” pungkas Amsakar.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin