Home Nusantara LSM Blitar Minta Usut Pengadaan Alkes di RSUD Srengat Diduga Berpotensi Rugikan...

LSM Blitar Minta Usut Pengadaan Alkes di RSUD Srengat Diduga Berpotensi Rugikan Negara

57
Pengadaan Alkes di RSUD Srengat Kabupaten Blitar
Ilustrasi seorang petugas laboratorium sedang menggunakan alat PCR.(foto: timikaexpress)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Dugaan polemik pembelian polymerase chain reaction (PCR) untuk tes swab virus corona diseases 2019 (Covid-19) senilai Rp. 2,7 miliar lebih di RSUD Srengat Blitar terus berlanjut.

Pemerhati Indonesia Corruption Watch (ICW) Blitar Trianto menuturkan, kalau memang terjadi dugaan penyelewengan maka harus diusut tuntas. Tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat, sehingga aparat penegak hukum bisa langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan.


“Kalau perlu, penegak hukum minta BPK RI segera melakukan audit  investigatif untuk mengetahui besar kecilnya kerugian negara.

Baca Juga : Menkes Tegur Pemkab Blitar Soal Pembelian Mesin PCR RSUD Srengat

Ingat siapapun yang berani melakukan korupsi di era pandemi, maka bisa diancam hukuman sangat berat.

Tegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya, Kamis (3/6/2021)

Hal yang sama juga di katakan oleh Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) Blitar, Jaka Prasetya. Kalau memang pembelian mesin PCR itu ada kejanggalan, maka harus dicari siapa yang paling bertanggungjawab.

Baca Juga : Bantahan RSUD Srengat Tolak dan Tarik Biaya Pasien Covid-19, Begini Penjelasanya

“Karena pengadaan barang pasti melalui proses, mulai panitia sampai penerima barang. Serta dasar menentukan barang merk apa yang dibeli, semua harus diungkap jelas dan transparan,” tuturnya yang dikutip dari lenteratoday (31/5).

Jaka menambahkan, jika memang mesin PCR tersebut saat ini tidak bisa difungsikan dengan maksimal,  maka ada dua hal yang harus disoroti. Yaitu masalah inefisiensi anggaran atau pemborosan anggaran, serta dugaan mark up.

“Karena membeli barang yang harganya mahal dengan tujuan mendapat keuntungan,” kata dia.

Baca Juga : Gawat, Pasien Covid-19 Ditolak RSUD Srengat Dengan Alasan Ruang Isolasi Sudah Penuh

Bahkan Jaka menyayangkan pembelian mesin PCR yang informasinya paling bagus, canggih dan mahal tersebut seharusnya bisa melayani masyarakat yang selama ini berobat ke Tulungagung dan Kediri.

“akan tetapi ternyata justru bermasalah, karena jadi temuan pihak Menkes dan akan diusut oleh Kejagung,” pungkasnya.

Informasi ini ramai mencuat di media masa setelah Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso memberikan keterangan soal teguran Menkes yang disampaikan disaat dirinya menerima bantuan Alkes senilai Rp. 25 miliar di Jakarta beberapa  tersebut.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Blitar: Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Warga Suspek Corona

Sampai berita ini diterbitkan, pihak RSUD Srengat melalui Trias, selaku Humas rumah sakit belum bisa memberikan keterangan. Pasalnya, kata dia, masih di koordinasikan pimpinan.

“Nanti saya koordinasikan dengan ibu Direktur dan yang membidangi dulu. Sampai sekarang saya juga belum mendapat tanggapan dari beliau-beliaunya,”  kata Trias, Senin (1/6).

****
Reporter : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin