Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Lis Darmansyah: Pemprov Kepri Tak Serius Atasi Krisis Air Bersih di Pulau Bintan

61
Lis Darmansyah
Komisi III DPRD Kepri menggelar rapat kerja dengan Pemprov Kepri dan instansi terkait penanganan air bersih di Pulau Bintan, di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (13/5/20). (F: Humas DPRD Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Lis Darmansyah meminta Pemprov Kepri serius mengatasi krisis air bersih di Pulau Bintan. Lis menilai masalah air di daerah itu seakan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kepastian kapan bisa selesai.

Lis Darmansyah pun mempertanyakan komitmen Pemprov Kepri untuk menjamin ketersediaan air bersih di Pulau Bintan. Menurut dia, hampir setiap tahun, suplai air bersih ke masyarakat di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan selalu macet, bahkan bisa berhari-hari tidak jalan.

Hal ini diperparah jika kondisi musim kemarau, dimana hampir semua wilayah di Kota Tanjungpinang mengalami kekurangan air bersih.

Baca Juga :
Lis Darmansyah: Waduk Gesek Harus Segera Dinormalisasi

Menurut Lis, persoalan ini seharusnya sudah harus tuntas sejak tahun 2010. Namun, masalah itu dibiarkan berlarut-larut dari tahun ke tahun sampai sekarang.

“Hingga saat ini road map perbaikan air bersih di Tanjungpinang tidak ada. Bahkan hal yang sepele saja, seperti masalah aset yang terkait lahan waduk, hingga saat ini belum jelas statusnya. Seharusnya ini sudah selesai sejak lama,” kata Lis Darmansyah saat rapat kerja dengan Pemprov Kepri di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (13/5/20).

Atas dasar itu, Ia meminta kepada Pemprov Kepri untuk dapat segera menyusun langkah-langkah tepat dalam menjamin ketersediaan air bersih di Pulau Bintan.

“Saat ini lagi kritis air bersih, jika tidak diantisipasi secepatnya maka akan meningkat statusnya menjadi krisis air bersih di Pulau Bintan. Tentu kita berharap hal ini tidak terjadi, maka komitmen pemerintah daerah harus lebih serius karena ini menyangkut pelayanan dasar,” kata mantan Wali Kota Tanjungpinang ini.

Baca Juga :
Komisi III DPRD Kepri Minta PLN Batam Ringankan Beban Warga Saat Corona

Lis menambahkan, berdasarkan kajian sumber daya air di Pulau Bintan khususnya air permukaan sangat potensial. Hal itu dapat terwujud, seandainya seluruh pemangku kebijakan serius menyelesaikan persoalan ketersediaan air bersih di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

DPRD Kepri
Komisi III DPRD Kepri menggelar rapat kerja dengan Pemprov Kepri dan instansi terkait penanganan air bersih di Pulau Bintan, di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (13/5/20). (F: Humas DPRD Kepri)

Pemerintah pusat pun sebenarnya sudah berusaha membantu melalui Balai Wilayah Sungai Kementerian PU. Saat itu, mereka menyiapkan waduk Kawal.

Namun bantuan tersebut juga tidak berjalan optimal, karena Pemprov Kepri bersikap pasif dan tidak menyiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam optimalisasi waduk tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kepri harus melihat hal ini sebagai masalah yang serius, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Bahkan DPRD meragukan data yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri di dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2019 yang disampaikan beberapa waktu yang lalu. Dimana salah satu program pembangunan adalah program
Pengelolaan Sumber Daya Air, dimana indikator persentase ketersediaan air bersih bagi penduduk disampaikan sangat tinggi tetapi faktanya seperti ini,” ujarnya

Jika persoalan ketersediaan air bersih di Pulau Bintan ini tidak segera ditangani dengan serius, Lis khawatir berpotensi terjadi krisis air berkepanjangan.

“Kita berharap agar krisis air bersih tersebut jangan sampai terjadi di Pulau Bintan. Karena itu, kita harus sudah mulai menyusun perencanaannya dengan baik. Paling tidak, tahun depan sudah mulai dilakukan langkah-langkah perbaikan dan pembenahan terhadap permasalahan waduk yang menjadi sumber ketersediaan air bersih,” kata dia.

Begitu juga halnya dengan daftar tunggu pelanggan yang sudah bertahun tahun belum dapat terpenuhi. Saat ini masih banyak warga di wilayah atau daerah di perkotaan yang belum mendapatkan aliran air bersih. Sebagai contoh wilayah jalan Harmoko, sekitar jalan baru arah Rumah Sakit Provinsi sampai tugu tangan maupun wilayah wilayah lainnya.

“Terkait daftar tunggu di PDAM yang kian hari kian bertambah bahkan sudah bertahun tahun namun belum dapat direalisasikan, ini juga menjadi persoalan krusial yang harus segera ditangani. Namun, bagaimana bisa terpenuhi jika kondisi existing waduk saat ini bermasalah dan memprihatinkan dalam hal ketersediaan air bersihnya. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri jangan lagi tinggal diam dan harus segera memulai langkah langkah dalam menangani persoalan tersebut,” pungkas Lis.

Baca Juga :
Isdianto Minta PDAM dan ATB Beri Air Gratis untuk Rumah Ibadah dan Panti Asuhan

Di tempat yang sama, Direktur PDAM Tirta Kepri Mamat merekomendasikan perluasan dan pendalaman waduk. Menurut dia, hal itu untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air di masa mendatang.

“Dan yang tak kalah penting adalah catchment area (daerah tangkapan air) agar di kembalikan fungsinya,” pintanya.

Menanggapi hal ini, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Agus Basatua mengatakan, pihaknya berjanji untuk segera memperbaiki Waduk Sungai Pulai. Beberapa langkah sudah disusun di antaranya melakukan pendalaman di sekitar sungai.

“Dengan begitu, diharapkan kapasitas air bersih yang ada di Sungai Pulai dan Gesek dapat kembali normal,” ujarnya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin