Home Warta Libur Maulid Nabi Digeser, Ini Alasannya

Libur Maulid Nabi Digeser, Ini Alasannya

29
Dirjen Binmas Islam Kamaruddin Amin. (F: kemenag.go.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id- Hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digeser. Jika di penanggalan sebelumnya peringatan itu jatuh pada tanggal 19 Oktober dan menjadi tanggal merah, maka kini tanggal merah diubah menjadi 20 Oktober.

Dirjen Binmas Islam Kamaruddin Amin mengatakan kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.


“Hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021,” tegasnya, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa (12/10/21).

Baca Juga:

Meski demikian, Kamaruddin menjelakan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berubah, tetap jatuh pada 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan 19 Oktober 2021. Hanya saja, hari liburnya dalam rangka peringatan tersebut yang digeser.

Perubahan ini telah tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pemberdayaan Apararatur Negara Reformasi Birokrasi No 712, 1 dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Pergeseran tanggal merah atau hari libur hari besar ini bukan pertama kalinya dilakukan. Masih di tahun yang sama, tepatnya pada peringatan Tahun Baru Hijriyah lalu juga digeser.

Baca Juga:

Waktu itu tahun baru tetap jatuh pada 1 Muharram 1443 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021. Hanya saja hari libur dalam rangka memperingatainya yang digeser jadi 11 Agustus 2021.

Tak hanya ini, ke depannya perubahan terkait hari libur nasional dalam hal ini cuti bersama juga berubah. Jika sebelumnya ditetapkan pada 24 Desember 2021 jadi cuti bersama, namun akhirnya diputuskan cuti bersama itu ditiadakan. (asrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin