Beranda Urban Edukasi

Lebih dari 85% Gen Z Pakai OTT Streaming Platform untuk Nonton Film

9
0
Platform Nonton Film
Foto ilustrasi
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakataid – Aktivitas hiburan yang dapat diakses dari perangkat mobile atau smartphone dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform streaming yang menarik hingga dunia jejaring sosial yang dinamis, telah mengubah cara kita mengonsumsi hiburan dan berhubungan dengan orang lain.

Setiap tahun, Jakpat menggelar survei untuk memahami perspektif masyarakat terkait tren penggunaan mobile entertainment dan media sosial ini. Pada semester pertama 2023 ini, survei dilakukan kepada 1640 pengguna smartphone dan 1646 pengguna media sosial.

- Advertisement -

Laporan survei Jakpat menyoroti tentang penggunaan over-the-top (OTT) streaming platform  seperti Vidio, Netflix, atau Disney+ Hotstar, sebagai salah satu media hiburan yang dapat diakses oleh pengguna smartphone. Sebanyak 89% pengguna dari Gen Z, menggunakan OTT streaming platform untuk nonton film, 76% untuk menonton serial, 23% untuk menonton pertandingan olahraga, dan 21% untuk menonton reality/variety show.

Untuk dapat menikmati konten dari OTT streaming platform, pada umumnya pengguna perlu membayar biaya berlangganan. Sebanyak 31% pengguna Gen Z, tidak keberatan untuk membayar biaya langganan agar terbebas dari iklan yang mengganggu.

BACA JUGA : 10 Media Sosial Terpopuler Tahun Ini

Konten hiburan tentu tidak terbatas pada film, serial, dan tayangan lain yang berbentuk audio visual. Musik telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan manusia. Sedangkan siniar (podcast) juga mendapatkan porsi yang cukup signifikan dalam menemani kegiatan sehari-hari manusia modern. Maka dari itu, dalam laporan ini, Jakpat juga menyoroti penggunaan audio streaming platform sebagai sarana mendengarkan musik dan siniar.

Berbeda dengan OTT streaming platform, mayoritas pengguna lebih memilih untuk mendengarkan musik secara gratis dan tidak keberatan untuk mendengarkan iklan. Bahkan, 27% di antara pengguna yang telah membayar biaya berlangganan, membayar lebih sedikit dibandingkan tahun lalu untuk platform-platform audio streaming.

Hiburan lain yang bisa didapatkan dari smartphone  adalah media sosial. Laporan Jakpat menunjukkan bahwa 36% dari pengguna mengakses media sosial agar tidak merasa tertinggal dari berita atau tren baru saat ini.

Selain itu, tentu saja media sosial masih berperan dalam mempengaruhi perilaku konsumen, melalui konten iklan dan ulasan. Instagram dinilai oleh 25% pengguna sebagai media sosial yang paling informatif.

“Sebanyak 34% pengguna juga merasa bahwa Instagram adalah media sosial yang paling cocok untuk menemukan produk, jasa, atau katalog,” tulisa Jakpat dalam keterangan resminya, Rabu (7/9/23).

Trend yang Cenderung Berubah

Laporan Jakpat kali ini menunjukkan, bahwa tren penggunaan mobile entertainment dan media sosial cenderung menurun dari tahun sebelumnya.

“Hampir semua media sosial mengalami penurunan jumlah pengguna. Seperti TikTok dan Twitter, angkanya cenderung stagnan dari tahun lalu. Hal yang sama juga terjadi pada OTT streaming platform. Masyarakat memang masih mengakses konten, namun ada indikasi bahwa mereka mengurangi jumlah platform yang mereka gunakan, atau memilih untuk fokus pada salah satu OTT streaming platform,” kata Aska Primardi, Head of Research Jakpat.

BACA JUGA : Akses Streaming Telkomsel Diprediksi Naik 51 Persen

Menurut Aska, ada pula kemungkinan bahwa kondisi ini dipengaruhi tren de-influencing, dimana influencer, atau dalam hal ini de-influencer, memberi saran untuk tidak menggunakan sebuah produk atau jasa.

“Riset Jakpat kali menunjukkan bahwa hanya sekitar 50% masyarakat yang saat ini masih percaya dengan ulasan dari influencer dan selebriti,” kata dia.

Faktor berikutnya yang dikemukakan Aska adalah terkait dengan durasi.

“Seiring dengan diakhirinya masa pandemi, durasi masyarakat bisa mengakses mobile entertainment dan media sosial memang menurun di tahun 2023 ini,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -