Home Warta Dunia

Lagi, Erdogan Ubah Museum Bersejarah Jadi Masjid

43
Museum Jadi Masjid
Museum Kariye yang terletak di kota Istanbul, Turki ini dialih fungsikan menjadi masjid. (F: AFP/Bulent Kilic)

Barakata.id- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah museum bersejarah jadi masjid. Kali ini Museum Kariye di Kota Istanbul yang diubah fungsinya.

Museum Kariye ini telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Perintah itu dikeluarkan Erdogan pada Jumat (21/8/20).

Dilansir dari AFP, sebelum menjadi museum, dulunya bangunan itu adalah gereja Ortodoks kuno. Kemudian sempat diubah menjadi masjid, sampai akhirnya difungsikan menjadi museum.

Baca Juga:
Rekaman Audio Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Diungkap

Bangunan berusia 1.000 tahun ini memiliki sejarah yang mirip dengan Hagia Sophia. Lokasinya sama seperti Hagia Sophia yakni berdekatan di sisi Eropa Istanbul.

Museum Kariye ini sebelumnya merupakan gereja Bizantium abad pertengahan. Dindingnya masih dihasi dengan lukisan Penghakiman Terakhir abad ke-14. Lukisan itu masih dianggap berharga oleh pemeluk agama Kristen.

Saat menjadi gereja bangunan itu dikenal dengan nama The Holy Saviour atau Gereja Chora. Setengah abad setelah penaklukan Konstantinopel tahun 1453 oleh kekaisaran Ottoman, gereja itu kemudian beralih fungsi menjadi masjid.

Setelah Perang Dunia II, tempat itu lalu diubah lagi menjadi Museum Kariye. Perubahan fungsi itu terjadi setelah Turki mendorong terciptanya republik baru sekuler dan menghilangkan jejak kekhalifahan Utsmani oleh Mustafa Kemal Attaturk.

Baca Juga:
Duh, Google Hapus Negara Palestina dari Google Maps

Pada tahun 1958 kemudian sekelompok sejarawan seni Amerika Serikat ikut membantu memulihkan mozaik gereja asli dan membukanya untuk umum.

Pengadilan adminstrasi tertinggi Turki telah menyetujui museum itu diubah jadi masjid pada November tahun lalu.

Berbeda dengan Hagia Sophia yang segera ditutup untuk konversi, meski telah menjadi masjid, Museum Kariye tetap dibuka untuk pengujung. Demikian pula dengan ornamen Kristianinya tetap dilindungi.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin