Home Gaya Hiburan

Kucumbu Tubuh Indahku, “Bicara tentang Kemunafikan” di Piala Oscar 2020

93
Karakter Juno dalam salah satu adegan film Kucumbu Tubuh Indahku. (F: ist)

Barakata.id, Batam – Pesona film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) kian bersayap. Film karya Garin Nugroho yang “berbicara tentang kemunafikan” itu akan mewakili Indonesia di ajang Piala Oscar atau Academi Awards yang akan digelar tahun 2020.

Film yang menuai kontroversi di Tanah Air ini bakal “bertarung” dengan film-film terbaik dari berbagai belahan dunia dalam kategori Best International Feature Film Award yang sebelumnya bernama Best Foreign Language Film.

Kucumbu Tubuh Indahku terpilih mewakili Indonesia setelah sukses menyisihkan dua film lain yakni Ave Maryam karya Robby Ertanto, dan 27 Steps of May karya Ravi Bharwani.

Baca Juga : Mia Khalifa Diancam Dibunuh karena Syuting Film Pakai Hijab

Komite Oscar 2020 Indonesia atau The Indonesian Academy Awards Selection Committee telah memutuskan, dari tiga film yang masuk seleksi, Kucumbu Tubuh Indahku yang akan membawa nama Indonesia ke ajang film paling bergengsi sejagad tersebut.

The Indonesian Academy Awards Selection Committee 2020 terdiri dari: Christine Hakim (Ketua), Sheila Timothy selaku (Sekretaris), dan anggota Firman Bintang, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Benny Setiawan, Adisurya Abdy, Fauzan Zidni, Benny Benke, Alim Sudio, serta Thoersi Argeswara.

Terpilihnya Kucumbu Indah Tubuhku sebenarnya tidak mengagetkan. Meski sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat, tapi film yang berlatar belakang kehidupan seorang penari ini sudah menyabet banyak penghargaan baik di level nasional maupun internasional.

Di tingkat nasional, penghargaan yang diraih film Kucumbu Indah Tubuhku di antaranya, Film Pilihan Tempo di Festival Film Tempo 2018 dan Sutradara pilihan Tempo Festival Film Tempo 2018.

Prestasi lebih mentereng juga diraih di tingkat internasional, di antaranya, Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018).

Dalam jumpa pers di Plasa Senayang, Selasa (17/9/19), Sekretaris Komite Oscar 2020 Indonesia, Sheila Timothy mengatakan, film Kucumbu Tubuh Indahku terpilih setelah tim melakukan penilaian dengan seksama berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan terhadap tiga film yang masuk seleksi.

“Indonesia Academy Awards 2019 menetapkan film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92,” kata Sheila Timothy, dikutip dari Uzone, Rabu (18/9/19).

Hal itu dipertegas oleh Ketua Komite Oscar 2020 Indonesia, Christine Hakim.

“Kucumbu Tubuh Indahku merupakan sebuah karya film lengkap. Film itu bukan hanya bahasa oral dan gambar saja. tapi ada bahasa batin dan rasa,” kata dia.

“Jadi ini yang kita lihat lengkap di samping pesannya yang kuat bicara tentang kemunafikan,” lanjut Christine Hakim.

Tema yang sensitif

Poster film Kucumbu Tubuh Indahku.
(F: imdb)

Mengutip Tirto.id, Kucumbu Tubuh Indahku menceritakan kisah tentang perjalanan hidup seorang penari bernama Juno (Muhammad Khan) yang adaptasi dari kisah perjalanan hidup penari Rianto. Sejak Juno kecil, dia terpaksa harus hidup sendiri sejak ayahnya meninggalkannya akibat kekerasaan yang dialami.

Di tengah kesendiriannya, Juno akhirnya bergabung dengan sanggar tari Lengger. Trauma dialami Juno pertama kali ketika ia melihat konflik guru tari lengger senior di desanya.

Sejak itu, Juno harus hidup berpindah pindah dari satu desa ke desa lain. Seiring dengan perjalanannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru tarinya, bibinya seorang penjual ayam, pamannya seorang penjahit, seorang petinju, dan seorang Warok.

Semua pengalaman yang dilalui membuat Juno memiliki sebuah perjalanan yang membawanya menemukan keindahan hidup.

“Pilihan yang mengejutkan dan berani, karena tema ini sensitif, namun juga menunjukkan penghormatan juri pada nilai cultural diversity, yakni tiap manusia berhak hidup dalam keberagaman yang damai tanpa kekerasan, diskriminasi dan persekusi,” ujar Garin Nugroho dalam keterangan pers-nya, Rabu (18/9/19).

Baca Juga : Film The Santri dalam Bayang-Bayang Boikot

Produser Kucumbu Tubuh Indahku, Ifa Isfansyah berharap, dipilihnya film ini akan berdampak pada peningkatan kebebasan berekspresi untuk perfilman di Indonesia. Dan akan membuka mata untuk orang-orang atau kelompok yang menentang diputarnya film ini di negerinya sendiri.

“Sudah seharusnya Indonesia menjunjung tinggi keberagaman untuk menjadi bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Saat diputar di bioskop-bioskop Indonesia, film Kucumbu Tubuh Indahku sempat diberi petisi dan diboikot karena dianggap mengampanyekan LGBT sehingga membuat peredaran film dicekal di Kota Depok, Kubu Raya dan Pontianak.

Menurut Narina Saraswati dari Fourcolours Films, rumah produksi yang melahirkan Kucumbu Tubuh Indahku, penolakan-penolakan terhadap film ini sangat ironis. Pasalnya, film ini sudah mewakili dan mengharumkan nama Indonesia, bahkan dipilih oleh UNESCO sebagai film yang mewakili keberagaman kebudayaan.

“Sangat ironis, karena justru tidak diterima di negerinya sendiri,” katanya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin