Kronologis Polisi di Batam Positif Covid-19, Ditolak RS Khusus Corona, dan Penjelasan Direktur RS Galang

818
RS Khusus Corona Galang
Proses pengerjaan pembangunan Rumah Sakit penanganan virus corona (Covid19) bagian Observasi di kawasan bekas Camp Vietnam Kampung Sijantung, Pulau Galang, Batam .Jumat(20/3/20). (F: Teguh Prihatna/Barakata.id)

Alasan dari pihak RS Galang, rumah sakit itu hanya menerima pasien dengan klasifikasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Anak Buah Kapal (ABK) dan pasien yang berasal dari cluster Jamaah Tabligh yang pulang dari Malaysia.

“Padahal sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan Direktur RS Galang dan beliau menyatakan bisa menerima pasien,” ujarnya.

Selanjutnya, pasien kasus nomor 30 itu dirujuk ke RS Badan Pengusahaan (BP) Batam. Saat ini, kondisi pasien tersebut dinyatakan stabil.

Penjelasan Direktur RS Galang

Kabar penolakan pasien positif corona di RS Galang terus menyebar, termasuk di media sosial dan grup-grup WhatsApp. Rata-rata warga Batam berkomentar miring dan menyayangkan penolakan yang dilakukan RS Galang.

Baca Juga :
Pasien Sembuh Corona 24 April 2020 Tembus 1.002 Orang

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim termasuk orang yang menyayangkan adanya penolakan dari pihak RS Galang untuk merawat pasien Covid-19 dari Batam.

“Kalau belum ada pasien klasifikasi khusus itu, seharusnya bolehlah menampung pasien di daerah. RS kok milih-milih pasien?” katanya.

Dikutip dari Antara, Direktur RS Khusus Corona Galang, Kolonel Khairul Ihsan Nasution membantah bahwa pihaknya menolak pasien corona. Ia menegaskan, RS Galang tidak pernah menolak pasien positif Covid-19.

“Rumah sakit ini dibangun untuk rakyat Indonesia, jadi tidak mungkin kami menolak pasien, apalagi itu personel Polri,” tegasnya.

Menurut Khairul Ihsan, ada mekanisme yang sudah ditetapkan sebelum pasien dirujuk ke RS Khusus Corona di Galang. Salah satunya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terlebih dahulu menanyakan ke rumah sakit rujukan lain sebelum membawa pasien ke RS Galang.

“Di Kepri kan ada beberapa rumah sakit rujukan yang menangani pasien Covid-19, harusnya di sana dulu ditangani sebelum dibawa ke (RS) Galang,” kata dia.

Baca Juga :
Ekonomi Goyang, Janda di Batam Bertambah 490 Orang

Kalau memang jumlah pasien di Kepri meningkat drastis dan rumah sakit rujukan sudah tidak bisa lagi menampung pasien positif, baru kemudian dirujuk ke RS Galang.

“Pasien kita (RS Galang) bukan hanya dari Indonesia, jika ada pasien luar negeri yang dirujuk ke sini pun kami tangani. Dengan catatan telah melalui mekanisme,” pungkasnya.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin