Home Nusantara

KRI Nanggala Dinyatakan Tenggelam, Serpihan dan Sejumlah Barang Ditemukan

KRI Nanggala Tenggelam
Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan kerja sama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014). F: PikiranRakyat.com
Banner Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta- Status KRI Nanggala – 402 menuju fase tenggelam atau sub-sink setelah temuan serpihan, barang, serta tumpahan minyak.

Sebelumnya, TNI masih menyebut kapal selam buatan Jerman itu masih dalam fase sub-missed alias hilang kontak.

“Pagi dini hari tadi, merupakan batas akhir live suport berupa ketersediaan oksigen di Nanggala selama 72 jam,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut dalam konferensi pers dari Bali, Sabtu (24/4/2021).

Advertisement

Baca juga:

“Unsur-unsur TNI AL menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang jadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala,” lanjut dia seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono menambahkan serpihan-serpihan yang ditemukan terapung di perairan Bali itu yang diyakini sebagai komponen kapal selam.

Di antaranya, peluru tabung torpedo, pipa pendingin, botol berwarna oranye yang berfungsi untuk pelumasan naik turun kapal selam, alas yang dipakai ABK, serta spons.

“Ditemukan beberapa kepingan dan barang di sekitar lokasi terakhir kapal menyelam yang diyakini bagian komponen kapal selam. Ini tak akan terangkat apabila tidak ada tekanan atau keretakan,” ungkap dia.

Baca juga:

“Barang-barang ini tidak dimiliki umum dan di sekitar radius 10 mile tidak ada kapal lain yang melintas, dan dari ahli mantan-mantan ABK Nanggala dan pembuat kapal selam ini diyakini barang milik Nanggala,” imbuh Yudo.

Sebelumnya, KR Nanggala hilang kontak saat latihan menembakkan torpedo, Rabu (22/4) pukul 03.00 WITA. Penyebabnya diduga black out.

Yudo Margono mengungkapkan kondisi KRI Nanggala – 402 yang diduga tenggelam mengalami retakan.

“Dengan alat (serpihan dan barang) yang sudah keluar, terjadi keretakan. Karena sampai dalam 700-800 meter tentu akan terjadi keretakan di kapal selam itu,” ujarnya.

“Sehingga barang-barang keluar, karena barang ini sebenarnya ada di dalam; penahan atau pelurus torpedo ini sampe keluar. Jadi ada keretakan besar,” ungkap Yudo.

Baca juga:

Lantaran sudah terjadi retakan, Yudo menduga air sudah masuk ke dalam kapal selam, meski belum semuanya lantaran ada pembagian kompartemen di dalam kapal.

“Air (masuk) kemungkinan ada, tapi ada kemungkinan ada bagian kabin yang air tidak masuk. Air itu bisa ada bagian enggak masuk. Jadi di dalam ruang itu di bagi kompartemen,” ungkapnya.

“(Kalau) Anggota sempat tutup ada kemungkinan tidak kemasukan air,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut tak ada ledakan dalam insiden tersebut.

Baca juga:

“Terjadi serpihan keretakan ya, karena keretakan secara bertahap di bagian-bagian tertentu, mulai turun mulai dari kedalaman 300-500 meter,” kata dia.

“Enggak ada ledakan ya, karena kalau ada pasti terdengar,” imbuh Hadi.

*****

Editor: Ali Mhd

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin