Warta Kepulauan Riau KPK Dorong Jurnalis Lawan Korupsi dengan Tulisan

KPK Dorong Jurnalis Lawan Korupsi dengan Tulisan

277
Ilustrasi. Poster pelatihan "Jurnalis Lawan Korupsi" yang digelar KPK di Batam.

Barakata.id, Batam – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendorong jurnalis untuk ikut aktif “melawan korupsi” melalui karya jurnalistik. KPK menyadari, jurnalisme dan KPK adalah dua hal yang tak terpisahkan.

Sejak berdiri, KPK tumbuh dan bekerja di tengah dukungan masyarakat yang positif.

Kondisi ini terjadi bukan hanya karena kinerja KPK. Dukungan positif terus menyertai KPK karena publikasi yang dilakukan oleh para jurnalis.

“Kondisi ini tampak dalam hasil Survei Partisipasi Publik yang dilakukan oleh KPK pada 2018. Sebanyak 90,4 persen masyarakat mendapat dan mencari informasi tentang KPK dari media massa,” bunyi keterangan tertulis KPK yang diterima Barakata.id, Senin (5/8/19).

Baca Juga : Wali Kota Batam Ditanyai KPK Soal Tambang Pasir Laut

Sumber kedua adalah media sosial. Sebanyak 31,8 persen masyarakat mencari
informasi tentang KPK ke media sosial.

Media sosial kini menjadi perkembangan bentuk jurnalisme atau pers yang sering
disebut sebagai pilar keempat demokrasi.

Media sosial menjadi salah satu bentuk
dari jurnalisme warga yang kini membantu dan menjadi pelengkap para jurnalis
profesional yang menulis untuk perusahaan media. Berkat para jurnalis inilah, pencegahan dan penindakan yang dilakukan KPK bisa terdengar dan diketahui seluruh masyarakat Indonesia.

Sayangnya, berita dan informasi tentang pencegahan dan penindakan belum berimbang jumlahnya. Dari data pemberitaan tahun 2018, berita penindakan mendominasi sebesar 58,55 persen.

Berita pencegahan hanya mendapat tempat
12,64 persen. Untuk meningkatkan pemberitaan tentang pencegahan sekaligus memberikan apresiasi kepada jurnalisme, KPK akan menggelar Lomba Jurnalistik 2019.

Lomba ini ditujukan untuk dua kategori yakni, jurnalis profesional dan jurnalisme warga. Ada empat bentuk produk pemberitaan yang akan dilombakan, yakni video, audio, foto, dan tulisan.

Tema berita yang dilombakan akan difokuskan tentang pencegahan. Ada lima sektor yang akan menjadi fokus Lomba Jurnalistik 2019.

Lima sektor tersebut adalah Sumber Daya Alam, Pendidikan, Kesehatan, Dana Desa, dan Pelayanan Publik.

Workshop jurnalistik di Batam

Untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan sudut pandang baru terkait
dengan pencegahan korupsi, KPK merasa publik harus diberi pengetahuan tambahan.

Supaya pengetahuan tambahan ini terpenuhi, KPK menggelar workshop jurnalistik di 10 kota, termasuk Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dalam pelatihan ini, KPK akan menghadirkan praktisi media, pegawai KPK dari Direktorat Pencegahan, dan aktivis lokal yang menguasai isu di lima sektor
tersebut.

Pelatihan akan digelar selama delapan jam dengan tiga pembicara pada Selasa (6/8/19). Di Kota Batam, workshop akan dilaksanakan di kampus Universitas Batam (Uniba), Batam Center.

Tujuan workshop ini antara lain,
meningkatkan pengetahuan publik tentang program pencegahan KPK, memberi perspektif tambahan tentang pencegahan korupsi, meningkatkan isu pencegahan di pemberitaan dan publikasi. Kemudian,
membina jaringan yang lebih kuat dengan jurnalis dan publik di daerah.

Baca Juga : Tangkal Hoax, AJI dan Google Gelar Training di Batam

Setelah mengikuti workshop, peserta diharapkan dapat mengikutsertakan karyanya pada Apresiasi Jurnalis Lawan Korupsi dengan tema besar “Cegah Korupsi, Hak Rakyat Kembali,” yang
diselenggarakan oleh KPK.

Adapun pembicara yang bakal hadir di workshop itu di antaranya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang akan membahas tentang program pencegahan korupsi. Kemudian, Hendra Makmur selaku Kordinator Wilayah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Hendra akan berbicara tentang etika dalam membuat produk berita dan perspektif pencegahan. Selain itu ada juga pembicara dari aktivis lokal (TBC), akan membahas perihal isu korupsi di lima sektor yang menjadi fokus dalam Lomba Jurnalistik 2019.

*****

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here