Home Kepulauan Riau Batam

Korupsi Nasi Kotak, Eks Sekwan DPRD Batam Dipenjara 10 Tahun

Banner Pemprov Kepri

Menurut majelis hakim, penambahan hukuman terhadap Asril berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti terdakwa dalam persidangan tidak kooperatif.

“Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan tidak ada rasa penyesalan, sementara perbuatan yang dilakukan terdakwa sudah dilakukan selama 3 tahun berturut-turut,” kata majelis tinggi yang diketuai Asli Ginting dilansir dari Detik.com,Selasa (16/3/21).

“Terdakwa selaku Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan sebagai Sekretaris DPRD Kota Batam tidak memberi contoh kepada bawahannya dan kepada masyarakat,” ucap majelis yang beranggotakan Desniel dan Yusdirman Yusuf.

Advertisement

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Bansos Kepri: Ada 18 Proposal Fiktif Rp1,9 Miliar

Majelis juga merujuk Perma Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi. Menurut majelis, kerugian negara dalam perkara aquo telah terjadi kerugian keuangan negara Cq Pemerintah Kota Batam sejumlah Rp2.160.402.160.

“Maka berdasarkan Perma 1 Tahun 2020, perbuatan Terdakwa Asril termasuk dalam kategori sedang,” ujar majelis.

Majelis menyatakan kesalahan Asril sebagai pengguna anggaran memiliki peran yang paling signifikan dalam terjadinya tindak pidana korupsi tersebut. Baik dilakukan sendiri maupun secara bersama-sama. Menurut Pasal 8 huruf a angka 1, tingkak kesalahan masuk pada kategori tinggi.

“Dampak yang ditimbulkan oleh perbuatan Terdakwa Asril dalam prosess pengadaan barang dalam hal ini snack dan nasi kotak selama tiga tahun anggaran sama sekali tidak dapat dimanfaatkan oleh para peserta rapat dan seminar serta pertemuan lainnya di DPRD Kota Batam. Menurut Pasal 8 huruf b angka 2 masuk pada kategori tinggi,” kata majelis.

Halaman selanjutnya, terdakwa untung Rp1,9 miliar

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin