Home Kepulauan Riau Batam

Komisi III DPRD Batam Sarankan Tarif Sampah Rp50 Ribu

20
Sampah Batam
Sekretaris Komisi III Arlon Veristo

Barakata.id, Batam – Komisi III DPRD Kota Batam mengusulkan agar tarif sampah di Batam dinaikkan menjadi Rp50 ribu. Kenaikan tarif bisa diterapkan di lingkungan perumahan menengah ke atas.

“Kami kira tidak ada masalah jika ada kenaikan tarif. Misalnya dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu. Tapi jangan dipukul rata, harus dipilah juga, misalnya hanya untuk perumahan mewah, menengah ke atas,” kata Sekretaris Komisi III Arlon Veristo.

Usulan kenaikan tarif sampah itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Batam dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam di gedung DPRD Batam, Jumat (10/7/20).

Menurut Arlon, tujuan dari kenaikan tarif itu salah satunya untuk menggenjot anggaran DLH. Pasalnya, selama ini DLH kerap menyatakan kekurangan anggaran.

RDP itu sendiri digelar untuk membahas evaluasi triwulan II. Komisi III DPRD Batam menyoroti soal sampah yang terus menumpuk di Batam.

Selain Arlon, dari Komisi III tampak hadir Werton Panggabean, Dandis Dandis Rajagukguk, Biyanto, Tumbur Hutasoit dan Thomas Arihta Sembiring.

Baca Juga :
Driver Gojek Minta DPRD Batam Perjuangkan Kesejahteraan

Menurut Arlon, DLH harus bekerja lebih baik karena sudah banyak warga melaporkan soal tumpukan sampah yang terlambat diangkut sehingga menimbulkan aroma busuk dan pemandangan tak sedap di lingkungan perumahan.

“Banyak sampah di setiap kecamatan itu tidak terangkut. Dan kita sadari itu salah satunya karena pemerintah kekurangan armada. Jadi ada beberapa kecamatan saat itu hadir dalam (RDP) menyampaikan adanya penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS),” ucap Arlon seraya menyebut masalah sampah terbesar saat ini ada di Kecamatan Batam Kota dan Batuaji.

“Kita tahu, anggaran DLH itu memang dipangkas habis. Sedangkan untuk kendaraan yang rusak itu kan harus dibayar, tentu anggaran untuk itu, untuk itu melalui rapat ini kita carikan solusinya,” kata dia.

Menurut dia, dengan 40 armada truk pengangkut yang ada saat ini, masih belum mencukupi untuk mengangkut semua sampah yang ada di Batam.

“Jumlah itu memang tidak memungkinkan untuk bisa mengangkut semua sampah. Belum lagi truk yang sudah tua dan rusak,” kata dia.

Meski demikian, Arlon juga menyarankan agar DLH melakukan terobosan dalam mengatasi persoalan sampah menumpuk ini.

“Misalnya dengan melibatkan warga untuk mengolah sampah-sampah organik menjadi pupuk dan sebagainya. Jadi tumpukan sampah bisa berkurang,” ujarnya.

Dalam RDP itu, Kepala DLH Batam, Herman Rozie mengaku bahwa penumpukan sampah di Batam terjadi karena terlambat diangkut. Hal itu dsebabkan banyak armada pengangkut yang sedang rusak.

“Sebenarnya tidak ada alasan, tapi kenyataanya, memang armada pengangkut sedang banyak yang rusak, jadi pengangkutan agak terlambat,” kata dia.

Ia mengatakan, saat itu armada-armada yang rusak sedang dalam masa perbaikan. Pada kesempatan itu, ia pun mengimbau warga Batam untuk bisa memilah sampah rumah tangga antara yang organik dengan non-organik.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin