Warta Nusantara Kominfo Blokir 900 Ribu Situs Porno

Kominfo Blokir 900 Ribu Situs Porno

227
Ilustrasi. Pemblokiran situs porno

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan sudah memblokir sekitar 900 ribu situs porno selama periode Januari 2018 hingga Juni 2019. Jumlah itu hampir 90 persen dari 1.091.557 situs negatif yang diblokir Kominfo sepanjang tahun ini.

Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Riki Arif Gunawan mengatakan, situs pornografi menjadi situs yang paling banyak diblokir dengan jumlah 964.167 situs.

Disusul oleh situs perjudian (117.700). Pada peringkat ketiga ada situs penipuan (7.626). Ketiga kategori situs ini terlihat sangat mencolok dibandingkan kategori lainnya dengan angka ratusan dan puluhan.

Baca Juga : Wiranto: Yang Ditutup Akun Medsos, Bukan Media Massa

Ketika ditanya mengapa situs pornografi sangat banyak, Riki mengatakan belum tentu dikarenakan kebutuhan banyak orang yang ingin menonton film porno.

“Bukan demand, tapi memang karakteristik konten ilegal ini sering membuat URL baru, jika URL nya di blok,” kata Riki dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (1/8/19).

Riki mengatakan, Kominfo tidak bisa menyimpulkan bahwa situs pornografi bisa menjamur karena banyak orang Indonesia yang hobi menonton film porno.

“Tapi sebetulnya tidak bisa disimpulkan demikian karena ini bukan hasil kajian. Ini hanya melihat jumlah yang diblokir. Bisa saja memang secara internasional ada banyak URL porno internasional entah apa sebabnya, tapi tidak bisa menggambarkan dalam negeri,” kata dia.

Baca Juga : Kemenkominfo Akan Bangun Pusat Data Nasional di Batam

Kategori lainnya adalah situs konten negatif yang direkomendasikan instansi sektor (888), situs hak kekayaan intelektual (859), normalisasi (589), dan situs terorisme atau radikalisme (497).

Situs lainnya yang diblokir Kemenkominfo situs SARA (187), perdagangan produk dengan aturan khusus (126), dan pelanggaran keamanan informasi (39).

Kemudian ada situs konten yang melanggar nilai sosial dan budaya (26), konten yang meresahkan masyarakat (23), fitnah (11), kekerasan (9), hoaks (5), dan separatisme (3).

Riki juga mengatakan Kemenkominfo menerima 200 ribu aduan sejak 2019. Akan tetapi, Riki mengatakan tidak mencatat rincian aduan tersebut.

*****

Sumber : CNN Indonesia

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here