Home Warta Nusantara

Kominfo Bangun Empat Pusat Data Nasional, Batam Jadi Hub Internasional

76
Pusat Data
Gedung IT Center BP Batam.(foto: BP Batam)

Barakata.id, MANADO – Pemerintah berencana membangun empat pusat data nasional di empat lokasi berbeda demi keamanan data negara di masa depan. Kota Batam jadi salah satu lokasi pusat data.

Pusat data atau data center itu akan dibangun tersebar di pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

“Saya ingin lihat semuanya terkait kesiapan sebelum dilaksanakan, siap atau tidak?” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate di Bitung, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga:

BP Batam Ajukan Lima Aset dan Tujuh Waduk Jadi Obvitnas

Empat pusat data nasional tersebut akan dibangun di ibu kota negara sekarang, di ibukota negara baru, di Kepulauan Riau-Batam (menghubungkan dengan internasional), dan di Kota Bitung, Sulut.

Bitung menjadi titik sentral untuk Indonesia bagian timur sebelum terkoneksi dengan sistem nasional, kata Menteri.

Empat pusat data nasional ini akan terhubung satu dengan lainnya walaupun terpisah secara kewilayahan.

Menteri menginginkan implementasi pusat data nasional dengan biaya modal memadai dan biaya operasional yang terukur.

“Jangan sampai membangun mahal, merawat lebih mahal lagi. Kita akan lihat kombinasi paling efisien,” ujarnya.

Karena Indonesia besar, lanjut menteri, akan dipilih redundesi atas dasar wilayah, walaupun dalam data center tidak harus atas dasar wilayah karena secara nasional terhubung dengan ‘backbone fiber optic’.¬†Pembangunan pusat data nasional diharapkan menghasilkan satu data nasional.

Baca Juga:

Perkuat Pengamanan Aset FTZ, BP Batam Gandeng Polri

Penting untuk Data Negara

Johnny G Plate mengatakan melalui big data, semua program algoritma bisa meramal satu bangsa akan berada di mana di tahun tahun kemudian.

Ia melanjutkan, apabila data tidak dikelola baik, bisa berpindah tangan lintas negara akibatnya data bisa dikuasai bangsa-bangsa lain.

“Mereka bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan bangsa kita di masa datang. Data menjadi sangat strategis, maka pusat datanya pun harus memenuhi syarat-syarat strategis,” katanya.

Syarat-syarat tersebut, menurut Menkominfo yaitu tersedianya lahan yang memadai dengan semua syarat-syarat geologi.

Kedua, memiliki infrastruktur penunjang utama pergelaran kabel fiber optik, tersedianya power suplai memadai dan terhubung dengan satu atau dua sumber.

Selanjutnya ketiga, adalah aksesibilitas transportasi.

“Karena satu data pusat sangat strategis, maka aksesibilitas harus baik,” ujarnya.

Misalnya dalam satu keadaan luar biasa maka baik sistem keamanan ring paling luar (military base terjaga, kamtibmas terjaga) dan sistem keamanan paling dalam juga berlapis (sistem sekuriti termasuk manpower).

“Karena data sangat strategis, data terkait masa depan bangsa dan negara, nah dalam rangka mengambil kebijakan menempatkan lokasi data tidak hanya terkait dengan ketersediaan lahan, tapi aspek-aspek lain juga menjadi perhatian,” katanya.
***
Editor: Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin