Home Kepulauan Riau Kock Meng, Pengusaha Batam Penyuap Nurdin Basirun Divonis 18 Bulan Penjara

Kock Meng, Pengusaha Batam Penyuap Nurdin Basirun Divonis 18 Bulan Penjara

Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Kock Meng
Pengusaha Batam, Kock Meng mulai ditahan KPK terkait kasus suap perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun, Kamis (12/9/19). KPK mengingatkan Pemprov Kepri agar membenahi birokrasi perizinan. (F: Istimewa)

KPK menahan Kock Meng setelah menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan pihak lain dalam dugaan suap terkait Penerbitan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 20198/2019.

Kock Meng dengan bantuan Abu Bakar dan Kodrat mengajukan izin prinsip Pemanfaatan Ruang Laut di Tanjung Piayu, Batam, sebanyak tiga kali.

Baca Juga :
Kadis ESDM Kepri Ngaku Beri Uang Rp10 Juta kepada Nurdin Basirun

Upaya itu dilakukan pada Oktober 2018 untuk rencana proyek reklamasi pembangunan resort seluas 5 hektare; April 2019 untuk rencana proyek reklamasi yang bersangkutan seluas 1,2 hektare; dan Mei 2019 untuk pembangunan resort dengan luas sekitar 10,2 hektare.

Peruntukan area yang diajukan seharusnya untuk budidaya dan termasuk kawasan hutan lindung (hutan bakau). Namun, hal itu diakali agar dapat diperuntukkan untuk kegiatan pariwisata dengan membagi wilayah 2 hektare untuk budidaya dan selebihnya untuk pariwisata dengan membangun keramba ikan di bawah restoran dan resort.

“Ketiga izin tersebut telah terbit dengan luas total 16,4 hektare,” kata jaksa.

Baca Juga :
Kadis PU Kepri 13 Kali Setor Uang kepada Nurdin Basirun, Totalnya Rp880 Juta

Kock Meng dibantu Abu Bakar dan Kodrat menyuap Nurdin Basirun sebesar Rp45 juta dan 11.000 dollar Singapura. Uang suap diberikan melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri, Budy Hartono.

“Terdakwa mengetahui dan menghendaki bahwa pemberian uang melalui Abu Bakar dan Johanes Kodrat kepada Nurdin Basirun melalui Budy Hartono dan Edy Sofyan adalah pemberian tidak resmi sebagaimana keterangan terdakwa yang menerangkan, ‘Saya tidak peduli apakah resmi atau tidak resmi, yang penting cepat selesai’,” kata jaksa KPK.

******

1
2
SebelumnyaCegah Corona, Pengawasan Kesehatan di Pelabuhan Batam Diperketat
SelanjutnyaCara Sederhana Mencegah Infeksi Virus Corona

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin