Home Jelajah Sejarah Kisah Wali Allah yang Salat di Atas Air Laut

Kisah Wali Allah yang Salat di Atas Air Laut

90
Wali Allah
Ilustrasi. Wali Allah salat di atas air. F: Barakata.id/ist
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id – Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang termasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir.

Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam.


Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia saja. Semua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.

Baca juga: Ulama Turut Berperan Wujudkan Batam Madani dan Modern

Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah SWT.

Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terombang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air. Beberapa orang pedagang yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!” Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para pedagang itu memanggil lagi, “Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!”

Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, “Ada apa?” Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa.

Peniaga atau pedagang itu berkata, “Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?” Wali itu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah SWT.” Para penumpang itu berkata, “Apa yang mesti kami buat?” Wali Allah itu berkata, “Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat.”

Baca juga: Rudi Apresiasi Dukungan Ulama Setiap Kebijakan Pemerintah

Mendengar perkataan wali Allah tersebut, mereka semua sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, “Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat.”

Wali Allah itu berkata lagi, “Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah.” Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir.

Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengangkut muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.
Habislah semua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.

Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, “Siapakah kamu wahai Wali Allah?” Wali Allah itu berkata, “Saya ialah Awais Al-Qarni.” Peniaga itu berkata lagi, “Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta milik fakir-miskin Madinah yang diantar oleh seorang jutawan Mesir.

Baca juga: Viral, Ulama 154 Tahun Abah Abuya Syar’i, Diketahui Seangkatan dengan Kiai Hasyim Asy’ari

Wali Allah berkata, “Sekiranya Allah SWT kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?” Peniaga itu berkata, “Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah.”

Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan salat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah SWT agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.

Tak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Semua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang. Setelah itu dinaikkan semua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal. Wallahu a’alam….(Ali)

Sumber: 1001 Kisah Teladan Uwais Al Qarni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin