Home Batam Ketua DPRD Batam Imbau Pendidik Gelar MPLS dengan Kreatif dan Edukatif

Ketua DPRD Batam Imbau Pendidik Gelar MPLS dengan Kreatif dan Edukatif

Ketua DPRD Batam
Ketua DPRD Batam, Nuryanto SH, MH.
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengimbau para pendidik di setiap sekolah dapat melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2023/2024 dengan kegiatan yang menarik dan berwawasan. Sekolah pun diminta untuk tidak membebani peserta didik maupun wali murid.

Selain itu, Nuryanto juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan MPLS untuk menghindari terjadinya perundungan terhadap murid baru di sekolah, baik oleh sesama angkatan ataupun dari para senior atau kakak kelasnya.

- Advertisement -
artikel perempuan

“Saya berharap MPLS bisa dilaksanakan dengan kreatif dan edukatif. Serta yang paling penting, jangan sampai membebani orangtua murid,” katanya di Batam Centre.

Seperti diketahui, MPLS merupakan sebuah sarana untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan serta warga sekolah. Sekaligus sebagai ajang untuk menggali potensi diri siswa dan membantu menumbuhkan semangat cara belajar serta menanamkan kepribadian yang baik.

BACA JUGA : https://barakata.id/wali-kota-batam-tegaskan-wisuda-sekolah-bukan-kewajiban/

Karena itu, Nuryanto menegaskan jika nantinya ada laporan tentang pelaksanaan MPLS yang dianggap melanggar dari ketentuan, pihaknya bakal memberikan teguran tertulis ke pihak sekolah. Bahkan jika pelanggaran dinilai sudah melewati batas, pihaknya bakal meminta MPLS dihentikan.

“DPRD Batam bersama Pemerintah Kota Batam tentu akan berkoordinasi melakukan pengawasan untuk menghindari ha-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jika sampai ada tindakan kekerasan atau perundungan terhadap siswa baru, jelas bakal kita tindak. Tapi kita harapkan itu tidak terjadi,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Ia berpesan kepada para pendidik agar selama MPLS, para siswa baru merasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah tersebut. Sekolah yang sudah dipilih si murid, lanjut Cak Nur, jangan sampai menjadi tempat yang menakutkan dan membuat trauma yang berdampak pada psikologis.

“Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, tenang, dan untuk mereka belajar, karena sekolah seakan menjadi rumah kedua bagi para siswa,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -