Kerusuhan Wamena, 27 Orang Tewas, 9 Mayat Ditemukan di Puing

55
Asap tebal membumbung di Kota Wamena dalam aksi yang berujung rusuh, Senin (23/9/19). (F: Facebook Malalayang Post)

Barakata.id, Wamena – Kerusuhan di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/19) telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 27 orang. Hari ini, aparat keamanan menemukan 9 mayat di antara puing-puing bangunan.

Puing bangunan tersebut merupakan bangunan yang dirusak dan dibakar massa dalam aksi kemarin.

“Korban meninggal sudah 27 orang, hari ini 9 orang kami temukan,” ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto saat dihubungi melalui telepon, Selasa (24/9/19).

Baca Juga : AJI Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis Al-Jazeera yang Menulis Isu Papua

Untuk jumlah korban luka-luka, kata Candra, mencapai 70 orang. Menurut dia, sebagian besar korban mengalami luka bakar.

“Ada yang luka bakar, terkena batu, kena panah,” katanya dikutip dari Kompas.com.

Candra memandang jumlah korban tewas akibat kerusuhan tersebut kemungkinan masih akan bertambah karena lokasi yang belum dibersihkan masih cukup luas.

“Masih akan bertambah karena ini merata sampai daerah-daerah pedalaman mereka beraksi juga,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa di Wamena, Papua, Senin (23/9/19), berujung rusuh. Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Baca Juga : Kantor DPRD Papua Dibakar, Manokwari Mencekam

Sementara, Kapolda Papua, Irjen Rudolf A Rodja memastikan bahwa alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar (hoaks).

“Wamena minggu lalu ada isu, ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi,” ujarnya di Jayapura.

Rudolf mengklaim kepolisian sudah mengonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar.

Terpisah, Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua mengatakan, pihaknya belum dapat mendata pasti korban jiwa dan kerugian akibat kerusuhan tersebut.

“Saat ini yang harus diupayakan adalah pelayanan kesehatan di rumah sakit bisa berjalan dengan baik. Pendataan (korban kerusuhan) terus dilakukan,” kata Jhon, Selasa (24/9/19) dilansir dari Kumparan.com.

Jhon juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang kini ikut memicu rusuh di Wamena.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini