Kepri Siapkan Rp230 Miliar untuk Darurat Covid-19

Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Anggaran Darurat Covid-19 di Kepri
Plt Gubernur Kepri memimpin TAPD dalam rapat pembahasan anggaran Darurat Covid-19 melalui teleconference dengan Banggar DPRD Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (13/4/20). (F: dok. Humas Pemprov Kepri)

Pada kesempatan itu, Isdianto juga menyampaikan data terakhir kasus Covid-19 di Kepri. Yakni terdapat 27 positif Covid-19 dengan rincian 12 di Batam, 14 di Tanjungpinang dan satu di Karimun. (CATATAN: per Rabu (15/4/20) data positif menjadi 29)

Dari jumlah positif tersebut terdata bahwa 21 orang di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yabg terdampak covid seperti Singapura dan Malaysia dan daerah-daerah di dalam negeri yang juga terdampak seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Jogja.

“Dari data ini tercatat meninggal 5 kasus 3 Batam dan 2 kasus di Tanjungpinang. Sedangkan yang sembuh ada 2, yakni 1 di Tanjungpinang dan 1 di Karimun,” kata Isdianto.

Baca Juga :
Data Pasien Covid-19 di Batam Berdasarkan Usia, Anak-Anak 14 Orang

Isdianto menekankan bahwa dalam kasus Covid-19 ini, yang perlu diwaspadai adalah kasus orang yanpa gejala (OTG). Yakni orang sehat tapi terpapar Covid-19.

Saat ini jumlah OTG di Kepri yang tercatat sudah mencapai 676 kasus. “Ini yang perlu kita waspadai bersama, karena OTG itu bisa berada di mana saja,” katanya.

Adapun terkait refocussing anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp230 miliar. Dijelaskan oleh Isdianto bahwa dana itu akan digunakan untuk penanganan kesehatan hingga ke Kabupaten/Kota. Termasuk didalamnya untuk belanja barang atau belanja kegiatan.

Baca Juga :
Innalilahi, Pasien Covid-19 Nomor 10 di Batam Meninggal

Selain itu juga akan digunakan untuk penanganan dampak ekonomi masyarakat, dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat miskin. Hingga wacana pembebasan uang sekolah bagi siswa dan skswi yang orangtuanya kurang mampu. Selain itu pemerintah juga akan menyediakan social sefty net atau jaring pengaman sosial.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Provinsi Kepri juga mendapatkan masukan dari Tim Banggar DPRD Kepri. Yang pada intinya menyarankan agar penyaluran anggaran Covid-19 ini bisa lebih efesien dan efektif. Disamping itu agar pembagian tugas antara pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota jelas tupoksi kerjanya masing-masing sehingga tidak terjadi over laping.

Pihak DPRD juga meminta keterangan terkait penyaluran atau kegunaan anggaran sebesar Rp40 miliar sebelumnya dari Tim Gugus Tugas Covid-19. Hal ini penting sebelum kemudian berlanjut kepada refocussing anggaran yang sebesar Rp230 miliar.

*****

Editor : Yuri B Trisna

1
2
SebelumnyaPCR di Batam Sudah Beroperasi, Isdianto Berharap Penanganan Covid-19 Makin Cepat
SelanjutnyaPenelitian, Kulit Merah dan Gatal Gejala Baru Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin