Home Kepulauan Riau Tanjungpinang Kepri Ekspor 33,6 Ton Santan Kelapa ke Jerman

Kepri Ekspor 33,6 Ton Santan Kelapa ke Jerman

Petugas Karantina Tanjungpinang mengecek madu asli yang akan diekspor ke Malaysia. (F: Dok. Karantina Tanjungpinang)

Barakata.id, Tanjungpinang – Produk pertanian asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diminati oleh masyarakat internasional. Baru-baru ini, Kepri mampu melakukan ekspor produk santan kelapa dari Kabupaten Bintan dan madu liar asli produk Tanjungpinang.

Produk santan kelapa di Bintan menembus pasar Jerman sedangkan produk madu asli Tanjungpinang diminati masyarakat Malaysia.

Baca Juga :
Nelayan Natuna Minta Penambahan Kuota Ekspor Ikan Napoleon

Santan kelapa yang diekspor ke Jerman merupakan produksi oleh PT Bionesia Organic Foods, yang mengolah beberapa produk turunan dari kelapa. Perusahaan itu mengekspor santan kelapa organis sebanyak 14 ribu ton karton atau 33.600 kilogram, senilai lebih dari Rp 630 juta.

“Ekspor kali ini untuk tujuan Jerman berupa kokosmilch sebanyak 33,6 ton,” sebut Yovita, Executive Shipper PT Bionesia Organic Foods, akhir pekan lalu di Tanjungpinang.

Kokosmilch adalah santan yang biasa digunakan untuk memasak atau keperluan lainnya. Jenis santan yang lebih encer dapat diminum langsung. Kokosmilch ini asli diolah dari kelapa yang ditanam oleh petani di Kepri.

Sementara itu, sebanyak 150 kilogram madu asli dengan nilai Rp15 juta berhasil diekspor ke Malaysia. Sebelum dikirim, madu tersebut diperiksa oleh Karantina Pertanian Tanjungpinang.

“Madu diperiksa secara argonoleptik dengan tujuan untuk memastikan bau, warna dan teksturnya. Setelah sesuai, diterbitkanlah sertifikat sanitasi,” ujar drh. Dainurritus, Dokter Hewan Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Baca Juga :
Pemkab Lingga Target Ekspor Pisang dan Nanas

Sebelumnya, produk pertanian asal Kabupaten Lingga berupa nanas dan pisang juga sedang menembus pasar Asia dan Eropa.

Government Relation Director PT GGP, Welly Soegiono mengatakan, perusahaannya sudah memiliki pengalaman selama 35 tahun melakukan ekspor produk hortikultura ke berbagai negara.

“Tahun 2018 lalu, GGP sukses ekspor buah pisang dan nenas sekitar 18 ribu kontainer dari kebun seluas 32.000 hektar di Kabupaten Tanggamus, Lampung,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Welly memaparkan betapa besarnya jumlah kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura.

“Berdasarkan data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka 15.259.800 ton. Sedangkan nenas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton,” kata dia.

*****

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin