Home Kepulauan Riau

Kepri Butuh Pemimpin yang Bisa Pulihkan Ekonomi

42
Kepri
Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin

Barakata.id, Tanjungpinang – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Bahtiar Baharuddin mengajak seluruh warga Kepri yang memiliki hak pilihnya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020 nanti. Ia mengimbau masyarakat untuk memilih calon pemimpin Kepri yang terbaik dan punya kualitas diri mumpuni.

“Inilah kesempatan masyarakat Kepri untuk memilih pemimpin yang punya wawasan, kompetensi, strategi, keahlian serta inovasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 beserta dampaknya, baik dampak dari segi ekonomi, pembangunan bahkan sosial,” ujar Bahtiar di Tanjungpinang, kemarin.

Menurut Bahtiar, dalam kondisi seperti saat ini, Kepri membutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas yang luar biasa agar perekonomian bisa segera pulih.

“Hanya pemimpin terbaiklah yang mampu mengatasi situasi saat ini dan tidak akan bisa diselesaikan oleh pejabat sementara yang tidak memiliki kewenangan penuh,” kataya.

Baca Juga :

Karena itu, ia mengajak masyarakat Kepri untuk menggunakan hak pilihnya dan datang ke TPS pada tanggal 9 Desember nanti. Menurut Bahtiar, kehadiran masyarakat ke TPS sangat penting karena akan memilih pemimpin terbaik yang bisa memberikan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi saat ini.

“Oleh karena itu, pilkada harus tetap laksanakan, untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan memiliki solusi terbaik membawa masyarakatnya keluar dari situasi sulit menuju ke situasi yang banyak peluang untuk merubah ekonomi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan Pilkada, Bahtiar pun mengusulkan agar KPU bersama Bawaslu sebelum pelaksanaan pemungutan suara ubtuk melakukan rapat internal guna membahas berbagai kesiapan pengamanan di setiap titik TPS.

“Duduk bersama, ajak TNI/Polri membahas segala kemungkinan terjadi, dengan informasi rinci yang didapatkan akan menjadi acuan bagi TNI/Polri untuk menempatkan personeilnya guna mengamankan jalannya pesta demokrasi ini,” kata dia.

Ajakan serupa juga diserukan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. Ia berharap tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kepri 2020 nanti bisa lebih baik dari sebelumnya.

Sukseskan Pilkada Sehat 

Rahma mengimbau masyarakat Tanjungpinang agar datang ke TPS untuk memilih pemimpin daerah ini. Ia pun mengingatkan agar di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pesta demokrasi tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona.

Ia mengatakan meskipun kini kondisi Kota Tanjungpinang cukup tinggi kasus Covid-19, diharapkan dapat dilalui dengan baik untuk pelaksanaan pilkada mendatang.

“Kasus Covid-19 kembali melonjak, semoga nanti pada saat pilkada tidak terjadi peningkatan, kembali saya mengimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Ajakan agar warga datang ke TPS pada gelaran Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti juga diserukan Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum.

Pada acara simulasi pemungutan dan perhitungan suara Pilkada di TPS 3 lapangan Takraw Tanjung Riau, Sabtu (21/11/20) lalu, Syamsul mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir mendatangi TPS dan menggunakan hak pilihnya pada saat pemilihan nanti.

“Saya meyakini dengan diaturnya waktu pencoblosan, tidak akan mudah terjadi kerumunan. Artinya dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Syamsul.

Syamsul mengatakan, andil masyarakat sangat penting untuk menyukseskan pilkada kali ini. Pemerintah sendiri, lanjutnya, berupaya maksimal sesuai tupoksinya dalam hal meningkatkan partisipasi masyarakat hingga ikut menjaga stabilitas sosial politik.

Baca Juga :

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri itu pun menyinggung soal program Pilkada Sehat. Menurut dia, Pilkada Sehat 2020 memuat tiga dimensi.

Di antaranya, dimensi politik yang berarti tidak adanya kampanye hitam, tidak ada politik uang, tidak ada kesalahan sistem serta tidak adanya tindakan yang menodai Pilkada sebelum, pada saat dan setelah selesainya pelantikan.

“Kita harapkan Batam menjadi daerah percontohan terbaik pelaksanaan Pilkada Sehat,” katanya.

Selain itu dimensi yang berkaitan dengan perbaikan ekonomi, menjaga stabilitas politik dan yang terakhir yakni dimensi sosial kesehatan. Diharapkan, pelaksanaan pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin