Home Kepulauan Riau

Kepri bentuk SMA/SMK dan Kampus Tangguh COVID-19

356
Sekda Kepri TS Arif Fadillah
Ketus Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kepri, TS Arif Fadillah./ist

Barakata.id, TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri segera membentuk SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh yang menjadi program percepatan dan penanganan pandemi COVID-19 untuk Kota Batam, program ini juga menjadi pertimbangan untuk contoh pelaksanaan aktivitas belajar di sekolah selama normal baru.

Program tersebut diusulkan Tim Bersatu Lawan COVID-19 (BLC) Kepri di Batam. Program SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh telah disetujui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kepri, Tengku Said Arif Fadillah.

“Saya sangat setuju sekali dengan usulan Tim BLC untuk membentuk SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh dalam percepatan dan penanganan COVID-19 di Kepri, terutama Batam,” ujar Arif Fadillah di Tanjungpinang, Senin (20/7/2020).

Arif berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan maupun OPD lainnya yang bisa mendukung terealisasinya program ini, sekaligus melakukan kajian menyeluruh untuk hal tersebut.

Arif menilai, rencana pembentukan SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh sangat tepat dilaksanakan secepatnya. Hal itu seiring dengan kajian Pemprov Kepri untuk melihat kemungkinan dilakukannya kembali aktivitas sekolah.

“Tujuan kita, sekolah dibuka, anak-anak tetap sehat. Jangan sampai sekolah dibuka, malah menimbulkan kluster baru,” tuturnya.

Baca Juga:

Pewarta Foto Indonesia Kecam Pernyataan Anji soal Foto Jenazah Covid-19

Sementara, Sekretaris Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam, Cris Triwinasis menyampaikan Tim BLC sudah melakukan penjajakan dengan SMA Negeri 12 Batam yang berlokasi di Tanjung Uma, Batam, untuk rencana SMA Tangguh. Beberapa pertemuan dengan guru dan siswa sudah digelar.

Tim BLC Kepri juga sudah melakukan kunjungan ke sekolah dan sekaligus melakukan sosialisasi mengenai berbagai hal tentang SMA/SMK Tangguh.

“Guru dan siswa sangat antusias. Dan ketika kami menyampaikan ide untuk membentuk SMA/SMK Tangguh, mereka semangat sekali dan langsung menyampaikan kesediaan,” ungkap Chris.

Berbeda dengan SMA/SMK Tangguh, lanjut Chris, pendirian Kampus Tangguh justru berasal dari inisiatif para mahasiswa di Politeknik Batam. Bahkan mereka berharap beberapa hal yang ketetapan dalam Kampus Tangguh sudah bisa dilaksanakan saat masa orientasi pengenalan kampus nanti.

Menurut relawan Tim BLC, Frianto Ismail, program SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh minimal menerapkan 5T, yakni tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh keamanan, tangguh pendidikan, tangguh gizi dan tangguh ekonomi.

Baca Juga:

Tiga Warga Negara Indonesia Positif Covid-19 di Malaysia

“Misalnya saja untuk tangguh informasi, warga sekolah diharapkan bisa menyeleksi mana berita dan informasi yang baik mana yang bersifat provokatif terhadap COVID-19 ini. Lalu dengan tangguh kesehatan, warga sekolah terutama siswa mampu menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari penyakit, terutama COVID-19,” terang Frianto.

SMA/SMK dan Kampus Tangguh menjadi misi kemanusiaan lainnya dari Tim BLC Kepri Batam, di samping melakukan edukasi, sosialisasi, trauma healing, bagi masker, hand sanitizer, face shield, dan alat rapid test.

***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin