Home Warta Ekonomi

Kembangkan Kuala Tanjung PIE, Pelindo 1 Gandeng Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group

Kuala Tanjung PIE
Pelindo 1 menggandeng Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group untuk mengembangkan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE).
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Medan – Pelindo 1 menggandeng Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group untuk mengembangkan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang digelar secara daring (online), Jumat (7/5/21).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1 Joko Noerhudha, Direktur PT Pelabuhan Rotterdam Indonesia Andre G. F. Toet, dan Assistant General Manager Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co., Ltd. Shi Jianjie.

Acara itu pun disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenkomarves Septian Hario Seto. Selain itu ada juga Komisaris Utama Pelindo 1 Achmad Djamaludin, President Director of Zhejiang Seaport Group Mao Jianhong, Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo, serta seluruh jajaran Direksi Pelindo 1 dan undangan lainnya.

BACA JUGA : Bisnis Bongkar Muat di Kuala Tanjung PIE Melonjak hingga 278 Persen

Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo menjelaskan, penandatanganan MoU dan Term Sheet kerja sama ini akan mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung PIE dan juga akan mewujudkan Kuala Tanjung PIE sebagai The Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub.

Prasetyo yakin, dengan dukungan dari Port of Rotterdam dan Zhejiang Seaport Group yang memiliki jaringan logistik global, lokasi Kuala Tanjung PIE yang strategis, didukung dengan hinterland yang potensial, serta dukungan penuh dari pemerintah, akan menjadikan Kuala Tanjung PIE sebagai The Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub.

“Kami juga yakin bahwa Kuala Tanjung PIE akan menjadi salah satu pintu gerbang perekonomian yang baru di ASEAN serta menjadi simpul penting dalam perdagangan dan jaringan logistik global yang menghubungkan Eropa dan Asia,” ujarnya.

Prasetyo mengatakan, Pelindo 1, Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group akan bekerja sama dalam optimalisasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dioperasikan oleh anak usaha Pelindo 1, PT Prima Multi Terminal (PMT).

Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group akan menjadi bagian shareholder di PMT, bersama Pelindo 1, PT Waskita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk. Dalam kerja sama ini juga akan dilaksanakan pelayaran kapal-kapal direct call dari Ningbo Zhoushan Port ke Pelabuhan Kuala Tanjung.

Pelindo 1
Pelindo 1 menggandeng Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group untuk mengembangkan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE).

Pada sektor Kawasan Industri, Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group ini akan bekerjasama dengan anak perusahaan Pelindo 1 PT Prima Pengembangan Kawasan dalam mengembangkan Kawasan industri di Kuala Tanjung seluas 200 Ha pada tahap pertama yang disediakan untuk industri-industri dari China.

BACA JUGA : Pelindo 1 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Melalui Kuala Tanjung PIE

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan term sheet kerja sama antara Pelindo 1, Port of Rotterdam dan Zhejiang Seaport Group yang meliputi Term Sheet Conditional Share Subscription Agreement (CSSA), Term Sheet Shareholder Agreement (SHA), Term Sheet Industrial Estate Co-Development (IECD).

Pada kesempatan itu, Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan, Pemerintah Republik Indonesia mendukung komitmen Pelindo 1 untuk melakukan akselerasi pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung PIE yang bekerja sama dengan Port of Rotterdam dan Zhejiang. Menurut dia, penandatanganan MoU ini menjadi babak baru bagi pengembangan Kuala Tanjung.

Budi juga berharap Pelindo 1 dapat terus meningkatkan kerjasama dengan sejumlah partner strategis untuk mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung.

“Saya optimistis kinerja pelabuhan Kuala Tanjung dapat terus meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari performance Terminal Multipurpose Kuala Tanjung tahun 2020 yang meningkat cukup signifikan sebagai terminal baru, di mana dari tahun 2019 ke tahun 2020 kargo petikemas, curah cair CPO, general cargo dan kunjungan kapal terus mengalami kenaikan,” katanya.

Selain itu, lanjut Budi, dengan adanya pelayaran direct call dari Ningbo-Kuala Tanjung akan meningkatan kinerja pelabuhan, yang pada akhirnya dapat menambah daya tarik calon investor ke Kawasan Industri Kuala Tanjung.

“Terakhir, saya berharap keberadaan pelabuhan ini dapat meberikan dampak ekonomi secara maksimal, menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia dengan negara-negara lain,” kata dia.

BACA JUGA : Pelindo 1 Kembangkan Bisnis Marine Service di Selat Malaka

Budi menyatakan, kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh dan mengawal langsung pengembangan Kuala Tanjung yang telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional.

Pelindo 1 menggandeng Port of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group untuk mengembangkan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE).

Pengembangan Kuala Tanjung PIE

Kuala Tanjung yang berada di jalur utama Selat Malaka yang dilintasi 25 persen komoditas perdagangan dunia dan didukung hinterland yang kuat di 10 provinsi di Pulau Sumatra, menjadikan posisi Kuala Tanjung PIE semakin strategis dan berpotensi sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global.

Kuala Tanjung juga terintegrasi dan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Sei Mangkei dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, Kuala Tanjung akan menerapkan konsep smart port and smart industrial area.

Hal tersebut didukung dengan penerapan teknologi informasi yang mumpuni di kawasan tersebut sehingga nantinya akan menjadi sebuah kawasan industri modern berskala Internasional.

KTMT yang menjadi bagian dari Kuala Tanjung PIE yang telah dioperasikan sejak tahun 2019 diproyeksikan sebagai The Next Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub.

Dengan memiliki kedalaman kolam pelabuhan -17 mLWS mampu mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT serta berbagai jenis muatan dari peti kemas, curah cair, hingga general cargo.

BACA JUGA : Pelindo 1 Yakin Bisnis Peti Kemas 2021 Tumbuh 10 Persen

KTMT menunjukkan tren pertumbuhan trafik yang positif, artinya KTMT beroperasi dengan baik dan respon pasar pun positif dengan keberadaan KTMT. Kawasan pelabuhan ini juga didukung dengan kawasan industri yang sedang dikembangkan di area seluas 3.400 Ha.

“Kawasan industri ini terkoneksi jaringan transportasi terpadu berupa jalan tol Trans Sumatera dan jaringan jalur kereta api ke berbagai hinterland di Sumatera Utara,” kata Prasetyo.

Ia menegaskan, Pelindo 1 juga terus berupaya memperluas kolaborasi dan sinergi untuk terus mendorong pengembangan Kuala Tanjung PIE. Bulan lalu, Pelindo 1 telah melakukan penandatanganan MoU antara Pelindo 1 dengan Union Resources & Engineering Co., Ltd (UREC) untuk pemanfaatan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Pelindo 1 telah menggandeng DHL Global Forwarding Indonesia untuk memperkuat jaringan logistik yang mendukung Kuala Tanjung PIE.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin