Home Gaya Kesehatan Kelelawar Vampir Juga “Menjaga Jarak” Saat Sakit

Kelelawar Vampir Juga “Menjaga Jarak” Saat Sakit

13
Kelelawar Vampir
Kelelawar vampir "menjaga jarak" hubungan sosialnya saat sedang sakit. (F: Getty Images)

Barakata.id, Batam – Satu penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelelawar vampir “menjaga jarak” secara sosial ketika mereka sakit. Saat sakit, kelelawar menghabiskan lebih sedikit waktu di dekat kelelawar lain dan bergaul dengan lebih sedikit dengan teman satu kelompok mereka.

Untuk diketahui, kelelawar vampir adalah hewan sosial yang suka merawat satu sama lain dan berbagi makanan. Perilaku tersebut sebelumnya telah diamati dalam kondisi laboratorium, tetapi para ilmuwan telah menemukan hal yang sama pada populasi kelelawar vampir liar di Belize, Amerika Tengah.

Ilmuwan dari Ohio State University di AS mempublikasikan studi mereka di jurnal Behavioral Ecology.

Mereka melacak sekelompok kelelawar liar yang tinggal di dalam pohon berlubang dengan memasang sensor jarak kecil untuk mengetahui bagaimana mereka berinteraksi secara sosial.

Sebagai bagian dari penelitian, para peneliti menyuntikkan zat yang disebut lipopolisakarida pada 16 kelelawar. Zat itu membuat sistem kekebalan mereka bereaksi, seakan-akan mereka sedang sakit untuk melihat apakah perilakunya akan berubah.

Baca Juga :

Secara total, ada 31 kelelawar di pohon itu dan 15 hewan sisanya hanya diberi suntikan garam yang tidak mengganggu sistem kekebalan mereka.

Para peneliti mengatakan tidak ada kelelawar yang terancam keselamatannya selama percobaan tersebut.

Interaksi sosial yang berkurang

Para ilmuwan mengamati bahwa kelelawar ‘sakit’, yang sistem kekebalannya ditipu untuk melawan infeksi, berinteraksi dengan kelelawar yang jumlahnya lebih sedikit dibanding kelelawar sehat.

Jumlahnya empat kelelawar lebih sedikit, dibandingkan kawan mereka yang sehat.

Mereka tidak ingin ikut serta dalam aktivitas saling merawat dan membersihkan antar kelelawar (social grooming), lebih jarang bergerak, dan terlihat lebih mengantuk daripada yang lain.

Perbedaan perilaku ini menurun setelah enam jam setelah penyuntikan, dan saat kelelawar sedang tidur atau keluar mencari makan.

Setelah 48 jam, efek suntikan benar-benar hilang dan kelelawar kembali bersosialisasi lagi.

Baca Juga :

Ketika merasa sakit, kelelawar cenderung tidak menyebarkan virus nyata di alam liar karena mereka menghabiskan lebih sedikit waktu dengan kelelawar yang sehat.

Penulis utama studi tersebut, Simon Ripperger, menyebut ini sebagai ‘jarak sosial pasif’ dan percaya praktik itu mungkin lebih tersebar luas di dunia hewan daripada yang kita ketahui.

Tetap di tempat tidur

“Sensor tersebut membuat kami melihat hal yang menakjubkan tentang bagaimana perilaku sosial kelelawar ini berubah dari jam ke jam dan bahkan menit ke menit selama siang dan malam, bahkan saat mereka bersembunyi di pohon berlubang yang gelap,” kata Simon Ripperger dari Ohio State University.

Jarak sosial pasif diibaratkan manusia yang ingin tetap di tempat tidur ketika merasa tidak enak badan daripada berada di sekitar orang.

Perilaku tersebut berguna untuk menjaga sekelompok hewan yang sehat karena membuat penyakit cenderung tidak menyebar.

*****

Sumber : BBC Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin