Home Warta Ekonomi

KEK BATAM: Karpet Merah untuk Investor

69
Nongsa Digital Park./dok. Itworks.com

Barakata.id, BATAM – Pemerintah siap menggelar karpet merah untuk investor masuk ke kawasan perdagangan bebas Batam seiring telah disetujuinya dua kawasan ekonomi khusus, Nongsa Digital Park dan Batam Aero Techic. Pemerintah juga siap memberikan berbagai macam kemudahan bagi investor.

Dua KEK itu telah dipromosikan ke kalangan investor oleh Kedutaan Besar RI untuk Singapura lewat Road to Indonesia Investment Day 2020 yang dilakukan secara virtual dan diikuti 469 peserta, sebagian besar di antaranya adalah anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Singapura. Pertemuan virtual yang membahas peluang investasi di Indonesia itu berlangsung Rabu (22/7/2020).

“Ini berita bagus, terutama bagi pebisnis Singapura. Batam, Bintan dan Karimun memiliki arti yang istimewa,” ujar Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya dalam peluncuran Road to Indonesian Investment Day 2020 secara virtual.

Menurut dia, akan ada banyak kemudahan bagi penanam modal dalam status KEK yang telah diterapkan di Nongsa. “Ini peluang usaha bagi Singapura dan negara lain untuk berinvestasi di Batam, Bintan dan Karimun,” kata dia.

KEK Nongsa Digital Park berlokasi di Nongsa, Kota Batam. Pengusul KEK ini adalah PT Taman Resor Internet (PT Tamarin) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari grup perusahaan PT Citra Agramasinti Nusantara (Citramas Group). Grup ini telah memiliki pengalaman dalam bidang pariwisata, industri kreatif dan Teknologi Informasi (TI), serta kawasan industri. KEK Nongsa Digital Park dinilai memiliki kesiapan karena lahan telah dikuasai dan peruntukannya sesuai dengan Perpres No. 87 Tahun 2011. Beberapa investor yang siap masuk antara lain PT Kinema untuk TI Apple Academy dan calon investor data center PT. Nexus, D-Town Commercial Center.

Baca Juga:

KEK Nongsa Digital Park dan BAT Disetujui: Angin Segar Ekonomi Batam

Selanjutnya, KEK MRO Batam Aero Technic memiliki luas lahan 30 hektare dengan kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) untuk industri pesawat terbang. Pengusulnya adalah Lion Group. Nilai investasi KEK ini mencapai Rp6,2 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang hingga 2030. Pengusul KEK tersebut adalah PT Batam Teknik yang mulai beroperasi pada 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sebagai penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat. Selama ini, PT Batam Teknik telah berpengalaman dalam melayani MRO untuk pesawat-pesawat Lion Air Group.

Indonesia Siap Sambut Investor

Selain di Batam, Bintan dan Karimun, Dubes juga menyebut berbagai potensi investasi, antara lain infrastruktur karena pemerintah masih giat melakukan pembangunan di berbagai daerah.

Kedutaan Besar RI di Singapura meyakinkan penanam modal Singapura dan negara lainnya, bahwa Indonesia siap menerima investor, di masa pandemi COVID-19.

“Meski angka (positif COVID-19) masih tinggi. Kita harus mengerti Indonesia ada beberapa provinsi yang angkanya masih tinggi, tetapi ada juga provinsi yang angkanya sedikit. Jadi kita harus melihat secara keseluruhan,” kata Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya dalam peluncuran Road to Indonesian Investment Day 2020 secara virtual, Rabu.

Baca Juga:

MOU BP BATAM: Sistem Pelayanan BP, Pemko dan BKPM Diintegrasi, Izin Investasi di Batam Kian Mudah

Secara umum, perkembangan COVID-19 di Indonesia menunjukkan tren positif. Karenanya, Indonesia masih menjadi negara yang menarik dan aman untuk berinvestasi, selama dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Apalagi, Indonesia menawarkan berbagai kemudahan dalam berinvestasi, di berbagai daerah. Kedutaan Besar RI di Singapura meluncurkan “Road to Indonesia Investment Day 2020” yang dilakukan secara virtual. Sebanyak 11 provinsi di Indonesia ikut menawarkan berbagai peluang investasi di daerahnya.

Dalam program itu, KBRI siap memfasilitasi penanam modal yang hendak berinvestasi, melalui daring. Dalam platform yang sudah disiapkan, penanam modal juga bebas bertanya berbagai hal mengenai peluang usaha di sejumlah proyek.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut peluncuran platform Indonesia Investment Day 2020. Menurut dia, platform itu menjadi jawaban bagi kebutuhan investor dengan kemudahan dan kenyamanan karena bisa diakses melalui perangkat bergerak. Dengan platform itu, penanam modal dapat mencari area potensial untuk berinvestasi di 11 provinsi di Indonesia, mulai dari sektor agrikultur hingga infrastruktur.

“Juga memberikan keterikatan langsung dengan otoritas lokal untuk berdiskusi tentang projek yang siap ditawarkan,” kata dia. Ia berharap kegiatan itu dapat mendorong investasi dan menaikkan pertumbuhan ekonomi dalam usaha pemulihan ekonomi.

***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin