Home Gaya

Kecanduan Main HP Bisa Bikin Tengkorak Benjol

100
main hp
Ilustrasi. Kemenperin menyediakan situs pengecekan IMEI untuk mengetahui ponsel BM atau resmi. (F: net)

Barakata.id, Batam – Kecanduan Main HP dapat menyebabkan resiko yang fatal, sebuah penelitian dari University of Sunshine Coast, Australia menyebutkan, kecanduan main HP atau smartphone selama berjam-jam bisa membikin kerangka tengkorak mengalami kebenjolan. Benjolan itu muncul dari tulang di bagian leher di bawah tengkorak yang mengembang.

Benjolan pada tengkorak umumnya memang akan terus berkembang. Meski demikian, gangguan akibat ponsel pintar ini jarang menyebabkan masalah medis.

Dokter David Shahar dari University of Sunshine Coast mengatakan, benjolan di tulang tengkorak ini dikenal juga dengan tonjolan osipital eksternal yang dapat berukuran sangat besar.

Baca Juga : 5 Smartphone Android Pilihan untuk Main PUBG

Seseorang dapat memeriksanya dengan menekan jari di pangkal tengkorak.

“Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun, dan hanya dalam dekade terakhir, saya menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan ini [benjolan] di tengkorak,” kata dia seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (22/6/19).

Sampai sekarang, masih belum diketahui hubungan sebab akibat pertumbuhan tulang tersebut. Namun, para ahli menduga benjolan itu muncul karena seseorang terus-menerus menekuk pada sudut yang tidak nyaman untuk melihat perangkat smartphone.

Menghabiskan waktu dengan melihat smartphone dapat membuat leher tegang. Menekuk dapat meningkatkan tekanan pada titik otot leher yang menempel pada tengkorak.

Tubuh cenderung merespons tekanan itu dengan meletakkan tulang baru, yang mengarah pada benjolan.

Baca Juga : Jaga Kesehatan Hati dengan Kunyit dan Lidah Buaya

Dilansir dari CNN Indonesia, pada studi yang dipublikasikan dalam Journal of Anatomy, Shahar dan koleganya menganalisis radiografi pada 218 pasien berusia 18 hingga 30 tahun. Hasilnya, 41 persen pasien memiliki benjolan yang besar dengan ukuran 10 mm dan 10 persen memiliki benjolan yang sangat besar dengan ukuran 20 mm.

Secara umum, lonjakan yang besar sering terjadi pada laki-laki ketimbang perempuan.

Studi lain pada 1.200 partisipan usia 18-36 tahun mendapati benjolan itu lebih banyak terjadi pada usia muda. Benjolan terjadi pada 33 persen partisipan yang sebagian besar berusia 18-30 tahun.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin