Warta Kepulauan Riau Kasus Suap Nurdin, KPK Periksa Wali Kota Batam Rudi

Kasus Suap Nurdin, KPK Periksa Wali Kota Batam Rudi

192
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (tengah) dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi menemui Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Batam, beberapa waktu lalu.

Batam – Kasus suap dan gratifikasi Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun semakin menyasar banyak pihak. Hari ini, Jumat (26/7/19), KPK memeriksa 7 orang saksi, satu di antaranya adalah Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Sejak berada di Kepri, Selasa (23/7/19), tim KPK benar-benar sibuk. Upaya lembaga antirasuah itu menelusuri kasus Nurdin Basirun membuat masyarakat terus bertanya dan menunggu hasilnya.

Tak sedikit yang memperkirakan, bakal banyak pejabat dan pengusaha di Kepri yang ikut terjerat. Apalagi, KPK bukan hanya menyelediki kasus suap terkait izin prinsip reklamasi.

Baca Juga : Kasus Gratifikasi Nurdin, KPK Sita Uang Rp6,1 Miliar

Terhadap Nurdin, KPK juga menelusuri dugaan gratifikasi terkait penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk perizinan lain, termasuk dugaan adanya praktik jual beli jabatan.

Pada Rabu (24/7/19) KPK memeriksa 8 orang saksi dari pihak Pemprov Kepri dan swasta. Sehari sebelumnya, KPK memeriksa 9 orang saksi setelah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di tiga daerah yakni Batam, Tanjungpinang dan Karimun.

Hari ini, tim KPK memanggil dan memeriksa 7 orang saksi. Mereka adalah, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Sekda Kepri TS Arif Fadillah, Anggota DPRD Kepri Iskandar, dan Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepri, Tahmid.

Saksi lain yang diperiksa adalah, seorang Notaris bernama Bun Hai, pihak swasta bernama Sugiarto, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepri, Firdaus.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan saksi ini merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

“Ada tujuh orang yang dimintai keterangan di Polres Balerang,” ujarnya.

Ketujuh orang itu menjalani pemeriksaan di lantai 3 Mapolresta Barelang. Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung.

Baca Juga : KPK Obok-Obok Rumah Nurdin Basirun di Karimun

Seperti diketahui, KPK menangkap Nurdin Basirun dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tanjungpinang, Rabu (10/7/19) malam. Selain Nurdin ada pula kepala dinas Pemprov Kepri yang diamankan yakni Edy Sofyan, Kadis Kelautan dan Perikanan.

Dari OTT itu, petugas menemukan uang 6.000 dolar Singapura yang diduga merupakan uang suap dari pengusaha terkait penerbitan izin prinsip reklamasi.

Kamis (11/7/19) malam, KPK menetapkan status Nurdin dan Edy Sofyan sebagai tersangka, dan langsung dilakukan penahanan. KPK juga mengenakan pasal gratifikasi pada Nurdin.

Sejak itu, KPK terus menelusuri kasus tersebut. Beberapa orang tim dari KPK turun dan beberapa kali melakukan penggeledahan ke sejumlah lokasi di Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun.

*****

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here