Home Warta Ekonomi Karet Bintan Tembus Pasar Perancis dan Belanda

Karet Bintan Tembus Pasar Perancis dan Belanda

7
Karet Bintan
Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Sri Bayintan Kijang, Suradi melakukan pemeriksaan terhadap media pembawa karet lempengan dengan volume yang sama masing-masing 226,8 ton untuk Belanda dan Perancis (23/10/20). (F: Dok. Humas Pemprov Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Komoditas karet lempengan asal Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menembus pasar dua negara tujuan baru ekspor pada Oktober 2020. Kedua negara itu adalah Perancis dan Belanda.

“Ini menggenapkan jumlah tujuan negara ekspor untuk komoditas unggulan ekspor asal Bintan, karet lempengan menjadi 15 negara,” kata Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Dr. H Redan Nurcahyo Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/10/20).

Raden mengatakan, kinerja ekspor asal sub sektor perkebunan di wilayah kerjanya ini mencatat pertumbuhan yang signifikan, bertambah 8 negara dibanding tahun lalu berjumlah 7 negara saja.

Pada periode Januari-Oktober 2020, ekspor karet lempengan dari Bintan tercatat telah berlangsung sebanyak 115 kali dengan volume 18,5 ribu ton dengan nilai R 348,6 miliar.

Sedangkan di tahun 2019 pada periode yg sama ekspor terjadi hanya 74 kali, volume 11 ribu ton dengan nilai Rp188,9 miliar, atau meningkat hampir dua kali lipat.

Sebagai informasi, karet lempengan sebagai bahan baku berbagai jenis industri. Sebelum diekspor, karet lempengan ini dilakukan pemeriksaan guna memastikan telah memenuhi persyaratan teknis yang dipersyaratan negara tujuan.

Baca Juga :

Pada waktu yang sama PT PBD juga mengekspor karet lempengan ke Uni Emirate Arab sebanyak 504 ton, sehingga total nilai ekspor karet tersebut adalah Rp17,3 miliar.

“Pandemi yang melanda dunia berdampak pada kurangnya stok bahan baku karet untuk pembuatan ban ‘Michelin’ di Eropa, sehingga PT PBD bisa ekspor ke Belanda dan Perancis,” kata Djoesferiansyah mewakili eksportir.

Negara dan Ragam Ekspor baru selaku koordinator program peningkatan ekspor melalui gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian di Provinsi Bintan. Raden mengatakan, pihaknya secara aktif meningkatan sinergisitas dengan berbagai entitas.

“Akses informasi potensi kami buka seluas-luasnya melalui klinik ekspor. Harapannya dapat mendorong negara, ragam dan pelaku ekspor yang baru, ini sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red),” kata dia.

“Tidak hanya itu, percepatan layanan ekspor dengan bekerja cepat, cermat dan akurat, juga diterapkan sesuai arahan Menteri Pertanian,” sambung Raden.

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi para pelaku usaha dan jajarannya atas pencapaian penambahan negara tujuan baru.

“Jika menemui kendala dalam melakukan eksportasi produk pertanian dapat berkonsultasi dengan kantor layanan kami. Dengan aturan perkarantinaan yang baru mempertegas tugas selaku border protection dan sekaligus juga mengemban peran selaku economic tools pertanian diperdagangan internasional,” ujarnya.

*****

Editor : R Situmorang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin