Home Nusantara Jatim

Karena Luka Bakar, Warga Blitar Pemegang KIS Kesakitan di Atas Daun Pisang

Keluarga Hengki Maulana, korban luka bakar warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar hanya bisa melakukan pengobatan seadanya di rumah dengan beralaskan daun pisang untuk mengurangi rasa sakit. (foto: istimewa)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Hengki Maulana (25) tahun, warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar hanya bisa berbaring kesakitan akibat luka bakarnya yang serius sejak menimpanya tanggal 6 Mei 2021 lalu, walupun dirinya mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sementara ayah Hengki, Samsianto (68) tahun, saat ditemui awak media barakata di rumahnya di Jalan Bogowonto Rt 02 Rw 06, menuturkan bahwa luka bakar yang diderita anaknya itu akibat kecelakaan kerja disebuah bengkel resmi Honda di Blitar.

“Waktu itu anak saya kena cipratan bensin yang sedang terbakar akibat kesalahan kerja temannya sewaktu membetulkan pulpam (pompa besin motor) yang konsleting. Sehingga menyambar tempayan yang dipergunakan untuk bersih-bersih onderdil yang berisi bensin,” tuturnya Selasa (25/5/2021).

Ia juga mengatakan, kalau anaknya juga sempat dirawat selama kurang lebih seminggu di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Blitar. Karena tidak mampu biaya yang ditanggung, dan pihak rumah sakit tersebut juga tetap meminta biaya pengobatan dan rawat inap, walapun dirinya mempunyai KIS.

Baca juga : Boom..!!, Ledakan Tabung Tiner Bakar Tukang Las di Blitar

“Alasannya dari pihak rumah sakit, karena anak saya tidak sakit (berpenyakit dalam), namun akibat kecelakaan kerja. Sehingga, kalau di gratiskan harus mempunyai kartu BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Samsianto terbata-bata.

Kemudian Samsianto membeberkan, bahwa pihak rumah sakit juga meminta jaminan berupa sertifikat tanah, kalau pasien bisa dibawa pulang. Sementara, hutang yang ditanggung sebesar Rp. 10.703 621.

“Karena kami sudah tidak merasa mampu, dan maksud keluarga untuk menghentikan pembengkakan biaya lagi mas. Maka, anak saya kita bawa pulang,” tuturnya.

Ditempat terpisah serta melihat kondisi tersebut, Wahyudianto, Kepala Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ikut prihatin apa yang sedang dialami warganya itu.

Baca juga : Sedih, Ini Fakta-Fakta Mobil Terbakar yang Renggut Nyawa Balita di Batam

Sehingga ia berharap, kepada pihak-pihak terkait untuk ikut membatu melonggarkan beban derita korban maupun keluarganya.

“Tadi kami atas nama Pemerintah Kelurahan Pakunden juga memberikan bantuan berupa sembako untuk sedikit meringankan beban ekonominya. Dimana anaknya itu juga sebagai tulangpunggung keluarga,” ucap Wahyu.

Selanjutnya Wahyu berpesan, untuk pihak perusahaan tempat korban luka bakar itu bekerja, segera ikut menuntaskan serta membantu menyelesaikan persolaannya.

“Kalau memang diperlukan BPJS Ketenagakerjaan mohon segera di urus, agar bebannya berkurang,” kata dia.

Lebih lanjut, hingga berita ini diterbitkan, baik perusahaan maupun rumah sakit swasta yang tidak memberlakukan KIS, masih belum bisa di konfermasi/dihubungi.

Reporter : Achmad Zunaidi

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin