Home Nusantara Jatim

Karena Bau Limbah, Warga Karangrejo Blokir Gerbang Pabrik

Akibat kesal dengan bau limbah yang menyengat, warga Desa Karangrejo menyegel pabrik dengan poster, pada Senin (29/3/2021). Foto: Istimewa.

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Dipicu karena bau yang sering menyengat, puluhan massa dari warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar menggeruduk pabrik yang ada di desa tersebut.

Dalam aksinya yang di mulai pukul 9.15 Wib, puluhan warga itu meminta kepada karyawan pabrik untuk keluar dari dalam pabrik, lalu memblokir pintu gerbang dengan poster yang di bawanya.

“Untuk sementara kami meminta kepada pemilik pabrik ini untuk menghentikan aktivitasnya, guna menimalisir bau yang menyengat ini. Apalagi kalau malam, wah..bau sekali mas..,” ujar koordinator aksi, Imam Rohadi, saat di wawancarai barakata.id, Senin kemarin.

Baca juga : Soal Boikot Musrenbang, APD Kab.Blitar Minta Bersyarat, Wabup Blitar : Jangan Buka-Buka ke Belakang

“Warga juga bersepakat untuk menggembok gerbang pabrik, agar tidak ada aktivitas produksi di dalamnya. Mediasi-mediasi yang pernah dilakukan sebelumnya tidak pernah membuahkan hasil,” tandas Rohani.

Menurut Rohani, bau tidak sedap yang timbul dari dalam pabrik tercium hingga radius sangat jauh. Kata dia, hal ini mengganggu kenyamanan warga setempat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Rohani mengatakan, anak kecil sekalipun tak jarang juga tidak mau bermain di luar rumah akibat bau tak sedap tersebut.

Baca juga : Boom..!!, Ledakan Tabung Tiner Bakar Tukang Las di Blitar

“Pohon-pohon di sekitar sini juga banyak yang mati akibat limbah dari beroperasinya pabrik, dan aliran limbah juga mengarah ke pemukiman warga,” tambahnya.

Perwakilan warga yang lain, Hendri Priono menyebutkan, di dekat area pabrik pupuk terdapat sumber mata air Talang Abang. Tempat tersebut yang menjadi salah satu sumber mata air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga.

“Bagaimana keadaan airnya apabila sudah tercampur dengan limbah pabrik yang seperti ini, baunya tidak sedap, kalau seperti ini apakah masih layak untuk dikonsumsi oleh warga atau tidak,” tuturnya.

Baca juga : APD Kabupaten Blitar Akan Boikot Musrenbang Jika Usulan Tahun 2020 Tidak Direalisasikan Sekarang

Kemudian, kata Hendri, warga sudah bersepakat untuk menuntut penutupan pabrik dan melarang mencopot gembok yang sudah terpasang sampai ada kejelasan surat izin yang diberikan oleh pihak pengelola pabrik.

Kepala Kecamatan (Camat) Garum, Anindya Putra menjelaskan terkait masalah perizinan, yang sudah di miliki pabrik tersebut sudah lengkap dan benar. Baik, mulai izin Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) maupun lainnya.

“Untuk bau yang di persoalkan warga, sebenarnya jarak antara pabrik dan lingkungan warga sudah sesuai. Kalau informasi di sekitar sini banyak pohon mati, itu sudah diuji lab, itu faktor alam,” terang Anin.

Baca juga : APD Kabupaten Blitar Surati Presiden, Dewan Sarankan Begini…!!

Kemudian, Camat Garum itu berharap kepada warga untuk bersabar terlebih dahulu, pasalnya permasalahan seperti yang dialami masyarakat Karangrejo membutuhkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait.

Hingga aksi warga Desa Karangrejo itu usai, pimpinan pabrik pupuk yang ditunggu oleh warga untuk memberikan keterangannya tidak kunjung datang untuk menemui warga.

Reporter : Achmad Zunaidi & tim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin