Home Nusantara Karangan Bunga Dukung Komnas HAM Usut Tewasnya 6 Laskar FPI, Kemana Kapolda...

Karangan Bunga Dukung Komnas HAM Usut Tewasnya 6 Laskar FPI, Kemana Kapolda Metro Jaya?

Sejumlah karangan bunga yang dikirim oleh para pendukung FPI terpajang di halaman depan Gedung Komnas HAM RI, Senin (14/12). Foto: CNN Indonesia.com
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta- Dukungan masyarakat untuk mengusut tuntas tewasnya 6 syuhada terus mengalir. Sejumlah karangan bunga dari simpatisan dan pendukung Front Pembela Islam (FPI) menghiasi Gedung Komnas HAM RI, Senin (14/12).

Deretan karangan bunga itu berisi dukungan untuk Komnas HAM yang tengah mengusut peristiwa tewasnya enam anggota Laskar FPI setelah bentrok dengan aparat kepolisian pekan lalu.

Baca juga: 

Berdasar pantauan CNNIndonesia.com, karangan bunga itu dikirim oleh para pendukung laskar FPI. Salah satunya berasal dari PP Muslimah PA 212.

“Kami mendukung Komnas HAM RI atas pengusutan laporan terkait meninggalnya enam syuhada,” tulis dukungan yang terpampang di karangan bunga itu.

Baca juga:

Selain PP Muslimah PA 212, karangan bunga lainnya juga datang dari Ormas Bang Japar, Brigade 212, PA 212, DPP FPI Jakarta, dan beberapa dukungan lainnya.

Baca juga: 

Sejumlah karangan bunga yang dikirim oleh para pendukung FPI terpajang di halaman depan Gedung Komnas HAM RI, Senin (14/12).

Komnas HAM sendiri rencananya akan memanggil Kapolda Metro Jaya dan Direktur Utama Jasa Marga hari ini. Namun hingga kini kedua pihak yang dipanggil itu belum juga tiba di lokasi.

Baca juga: 

Aparat kepolisian diketahui telah melakukan rekonstruksi perkara di tempat kejadian. Rekonstruksi dilakukan tengah malam tadi. Rekonstruksi digelar oleh Bareskrim Polri di empat tempat kejadian perkara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah menyinggung soal keterlibatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai tempat pengaduan masyarakat terkait peristiwa tewasnya 4 orang warga Sigi dan penembakan 6 anggota Laskar FPI.

Baca juga: 

“Jika ada perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum, saya minta agar menggunakan mekanisme hukum. Ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan,” kata Jokowi dalam keterangannya di video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/12).

“Jika perlu, jika memerlukan keterlibatan lembaga independen, kita memiliki Komnas HAM, dimana masyarakat bisa menyampaikan pengaduannya,” imbuh dia.

*****

Editor: Ali Mhd

SebelumnyaVaksinasi Gratis dan Berbayar, Pakar: Cabut Dulu Status Covid-19
SelanjutnyaSaksikan Rekonstruksi, Kompolnas Sebut Laskar FPI Sejak Awal yang Serang Polisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin