Home Nusantara Kapolri Terbitkan E-Book, Kadiv Humas: Bentuk Perjuangan Polri Mencegah Covid-19

Kapolri Terbitkan E-Book, Kadiv Humas: Bentuk Perjuangan Polri Mencegah Covid-19

20
Kadiv Humas Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. F: Barakata.id/ist
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta – Sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona, berbagai langkah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Salah satu langkah teranyar yang dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu yakni, menerbitkan e-book pedoman manajemen kontijensi penanganan klaster Covid-19.

Dalam buku panduan tersebut, Kapolri mengupas banyak hal terutama menyangkut penanganan klaster Covid-19 dengan tahapan 3T (tracing, testing dan Ttreatment) dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas).

Baca juga:

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, buku tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi dan perjuangan Polri dalam mendukung pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

“Ini semata-mata dilakukan untuk menjunjung asas ”Salus Populi Suprema Lex Esto” bahwa keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” ungkap Kasih Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (25/6/2021).

Baca juga:

Seperti diketahui, penyebaran Covid-19 belakangan mengalami peningkatan secara eksponensial. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif dan jumlah kematian akibat Covid-19 yang tidak berbanding lurus dengan jumlah angka kesembuhan setiap harinya.

Terjadinya penambahan kasus Covid-19 tersebut karena adanya peningkatan aktifitas dan mobilitas masyarakat seperti saat menjelang/pasca Natal dan Tahun Baru, Hari Raya Idul Fitri, serta kegiatan masyarakat lainnya tanpa memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan masyarakat tersebut menyebabkan peningkatan kontak antara kelompok masyarakat dan terjadi snow ball effect. Artinya satu orang dapat menyebarkan lebih dari dua orang sehingga menyebabkan klaster baru.

” E-book tersebut menjelaskan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam satu wilayah. Misalnya penentuan posko dan pengendalinya ketika kontinjensi terjadi. Memberdayakan Posko PPKM Mikro di desa / kelurahan sebagai kepanjangan posko kontinjensi,” ungkap Argo.

Baca juga:

Lalu penyiapan sarana dan prasarana seperti ambulance, peralatan swab antigen, APD, obat-obatan, formular tracing, formulir pemantauan karantina/isolasi, media komunikasi, informasi, dan edukasi Covid-19.

“Lalu penyiapan kebutuhan logistik atau dapur umum. Penentuan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit rujukan,” ungkap Argo.

Kemudian penutupan satuan wilayah terkecil seperti RT atau bisa beberapa RT dalam satu desa/kelurahan jika sudah ada yang terpapar. Lalu kecepatan assessment terhadap hasil PCR, ketepatan dan transparansi data.

Namun demikian, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menyadari segala upaya pencegahan dan penanganan sebaik apapun tidak dapat tercapai tanpa adanya dukungan dan kerjasama yang sinergis dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait lainnya dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Semua butuh kerjasama, gotong royong dan bahu membahu untuk bangkit melawan Covid-19. Prinsip utama penanganan Covid-19 adalah mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas,” pungkasnya.

*****

Editor: Ali Mhd

Advertisement
SebelumnyaMenjelang Hari Bhayangkara ke-75, Polda Kepri Bagikan 1.700 Paket Sembako
SelanjutnyaPemrov Kepri Beri Tambahan 100 Vaksinator untuk Batam