Home Nusantara Kapolri Minta Warga yang Isoman Mau Dirawat di Tempat Isolasi Terpadu

Kapolri Minta Warga yang Isoman Mau Dirawat di Tempat Isolasi Terpadu

32
Kapolri Isoman
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau program vaksinasi massal di BSCC DOME Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, (6/8/21). (F: barakata.id/ist)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kaltim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta warga yang terpapar Covid-19 Dan sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah mau pindah dan dirawat di tempat isolasi terpadu. Menurutnya, isoman di rumah lebih berisiko memperburuk kesehatan.

Mantan Kapolda Banten itu menyampaikan, di tempat isolasi terpadu fasilitas kesehatan jauh lebih lengkap, tenaga kesehatan juga ada dan perawatan lebih intensif.


Menurut Kapolri, masyarakat yang belum berani ke tempat isolasi terpadu dan memilih isoman tentunya ada risiko apalagi memiliki gejala.

“Saya sarankan mau dipindah ke tempat yang sudah disiapkan. Ini untuk menekan agar laju pertumbuhan angka Covid-19 bisa diminimalkan,” kata Sigit saat meninjau program vaksinasi massal di BSCC DOME Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat, (6/8/21).

BACA JUGA : Kapolri Pesan, Jangan Ada Masalah Terkait Penyaluran Bansos

Jenderal bintang empat itu lantas meminta para Babinsa dan Bhabinkamtibmas meningkatkan edukasi terkait masalah ini agar masyarakat mau ditempatkan di isolasi terpadu yang telah disiapkan.

Dalam peninjauan itu, Kapolri ditemani oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Pelaksanaan vaksinasi massal tersebut merupakan kerja sama antara TNI-Polri dengan Pemerintah Balikpapan dengan melibatkan AKBID Borneo Medistra, Ummi Aisiyah dan Politeknik Kesehatan Kemenkes, Balikpapan.

“Baru saja saya bersama Pak Panglima melakukan pengecekan langsung terkait dengan kegiatan vaksinasi dimana hari ini ada 3.600 dosis vaksin. 2.000 vaksin pertama dan 1.600 vaksin kedua,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

Sigit menyampaikan, sampai saat ini Indonesia masih terus berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang angkanya masih cukup tinggi.

Kaltim, kata Sigit, menjadi wilayah tertinggi angka positif di Pulau Kalimantan. Karena itu diperlukan strategi dan penanganan yang cukup masif.

“Kaltim posisi tertinggi di wilayah Kalimantan sehingga tentunya perlu ada langkah-langkah dan strategis sesuai dengan perintah dari Pak Presiden, yaitu terkait dengan bagaimana tetap menegakan dan mematuhi secara ketat peraturan protokol kesehatan,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Ia menuturkan, langkah kedua untuk menekan Covid-19 adalah percepatan vaksinasi. Kapolri mengaku mendapatkan informasi bahwa kasus aktif harian di Kalimantan Timur masih tinggi.

“Dari info yang kita dapat 76 persen itu masyarakat dirawat di rumah sakit. Kemudian rata-rata 86-88 persen di rawat di tempat isolasi terpusat. Dan kurang lebih ada 20 ribu masyarakat di rawat secara isoman,” ujarnya.

Karena itulah, Kapolri enyarankan kepada masyarakat yang tengah isoman untuk mau dirawat di tempat isolasi terpadu

Terkait vaksinasi, Sigit menuturkan secara bertahap pada bulan Agustus ada peningkatan distribusi agar akselerasi vaksinasi cepat tercapai. Hal ini dilakukan agar kesehatan masyarakat cepat pulih dan ekonomi kembali bergerak.

Sebagai informasi, ada 8 wilayah kabupaten/kota di Kaltim yang saat ini sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sigit berharap agar hal tersebut bisa diperbaiki dengan menurunkan level sehingga ekonomi masyarakat kembali berjalan.

“Ada 8 wilayah di Kalimantan Timur ada pembatasan-pembatasan. Perlahan-perlahan apabila bisa diperbaiki ada kelonggaran, sehingga aktivitas ekonomi kembali,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan strategi yang digunakan untuk menekan angka Covid-19 di Kaltim dengan tiga langkah.

Pertama laksanakan 3M secara ketat. Kemudian pelaksanaan 3T dan yang ketiga percepatan vaksinasi.

“Kalau ini dilaksanakan dengan baik dan masyarakat ikut dukung program ini maka insyaallah Kaltim segera bebas dari Covid-19,” katanya.

Kegiatan vaksinasi massal yang dihadiri Panglima dan Kapolri ini merupakan kegiatan vaksinasi massal ketiga yang dilaksanakan, setelah sebelumnya juga dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021 dan 26 Juli 2021 serta telah berhasil memvaksinasi 5.042 orang. Rinciannya, pada 24 Juli 2021 sebanyak 2.173 orang disuntik dosis 1 dan tanggal 26 Juli 2021 sebanyak 2.869 orang disuntik dosis 2.

BACA JUGA : Kapolda Sumsel Eko Indra Minta Maaf Soal Bantuan Bodong Rp2 T Keluarga Akidi Tio

Sasaran vaksinasi kali ini adalah 3.600 orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelayanan publik, komunitas usaha, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, lansia, dan penyandang disabilitas.

Stok vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan ini sebanyak 3.600 dosis jenis Sinovac yang berasal dari Polri 2.000 dosis dan TNI 1.600 dosis. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 150 orang vaksinator gabungan dari TNI-Polri dan Dinkes.

Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan pelepasan 136 personel menggunakan 8 roda empat dan 120 roda dua yang akan membagikan bantuan sosial. Rinciannya, 31 orang Bhabinsa, 37 orang Bhabinkamtibmas, 10 orang bhabinpotdirga (AU), 8 orang bhabinpotmar (AL), 50 orang relawan.

Jumlah bantuan sosial yang akan dibagikan sebanyak 1.120 paket dengan sasaran masyarakat Kota Balikpapan yang terdampak. 

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin