
Barakata.id, Batam – Kawasan Kampung Tua Tanjungriau, Kota Batam sedang disulap menjadi kawasan destinasi wisata. Bukan sekadar dibenahi, pemerintah menyulapnya seperti kawasan resort kelas dunia.
Dari gambar rancangan penataan Kampung Tua Tanjungriau yang didapat barakata.id, terlihat kawasan tersebut nantinya bakal lebih rapi, cantik, dan sangat pantas menjadi daerah tujuan wisata kelas internasional.
Di gambar rancangan itu, ada pelantar lingkar, plaza, drainase lingkungan, dan jalan poros dengan arsitektur menawan.
Uniknya lagi masih dilengkapi pelantar lingkar, pedestrian, hingga gerbang. Semua berseling dengan taman asri di atas laut.
Baca Juga :
- Rudi Minta Warga Tanjungriau Relakan Tanahnya Demi Pelebaran Jalan
- Batam Kembangkan Konsep Homestay di Kampung Wisata
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam mengatakan, pekerjaan pembenahan kawasan Tanjungriau tidak dilaksanakan sekaligus. Tahun 2020 ini, pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan pelantar lingkar, plaza, drainase lingkungan, dan sebagian jalan poros.
Selanjutnya, tahun 2021 dilanjutkan pekerjaan pembangunan pelantar lingkar, lanjutan jalan poros, pedestrian, dan gerbang.
“Kampung tua ini kita buat jadi cantik, kita tata rapi, untuk dijadikan tempat kunjungan wisata,” kata Jefridin saat meninjau ke lokasi, kemarin.
Anggaran Rp15,5 miliar dari APBN

Jefridin menjelaskan, penataan kawasan Kampung Tua Tanjungriau ini dibangun lewat bantuan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penataan akan dilaksanakan di lahan seluas 19 hektare. Ia berharap agar warga ikut berpartisipasi.
“Jadi lingkungan pemukimannya diperindah, diberi bunga, dan kita dorong masyarakat untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Baca Juga :
- Hore, Sertifikat Tanah Kampung Tua Batam Dibagikan Besok
- Batam Sulap Rumah Warga Jadi Homestay Agar Turis Betah
Jefridin mengatakan, kontrak pekerjaan penataan kawasan Kampung Tua Tanjungriau sudah ditandatangani.
“Saat ini mulai ada pelaksanaan kegiatan di lapangan,” ujarnya.
Penataan kawasan ini sudah direncanakan 2019 lalu. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp15,5 miliar dari anggaran APBN tahun 2020-2021.
Sistem pekerjaan dilakukan secara tahun jamak atau multiyears.
“Waktu pelaksanaannya mulai bulan Oktober 2020 dan ditargetkan selesai pada Juni 2021,”
*****
Editor : YB Trisna