Kabut Asap, 5 Ancaman Penyakit dan 5 Cara Mengatasi ISPA

56
Ilustrasi

Barakata.id, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah mencemari udara Indonesia terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Buruknya kualitas udara menimbulkan ancaman sejumlah penyakit yang bisa diderita manusia.

Sejumlah warga di Kalimantan dan Pekanbaru, Provinsi Riau, kini menderita berbagai penyakit. Selain ISPA, mereka umumnya mengalami iritasi mata, iritasi kulit, serta asma.

berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, berikut 5 penyakit yang mengancam manusia akibat paparan asap karhutla:

1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

Walau penyebabnya adalah virus, paparan kabut asap yang intens dapat melemahkan kemampuan paru dan saluran pernapasan untuk melawan infeksi. Sehingga meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, terutama anak-anak dan lansia.

2. Asma

Salah satu penyebab asma ialah buruknya kualitas udara. Kabut asap akibat karhutla membawa partikel berukuran kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu sistem pernapasan. Partikel itu dapat membuat asma muncul atau bertambah parah.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK merupakan penyakit radang paru, salah satu jenisnya ialah bronkitis. Kabut asap dapat memperburuk kinerja paru-paru dan dalam jangka panjang dapat memunculkan PPOK.

4. Penyakit jantung

Kabut asap mengandung partikel mini yang dikenal dengan PM2,5. Saking kecilnya, partikel ini bisa masuk ke saluran pernapasan. Jika terus-terusan terpapar, penelitian menunjukkan seseorang dapat mengembangkan risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Iritasi

Tak perlu waktu lama, paparan kabut asap dapat berpengaruh langsung dan menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung. Termasuk memicu timbulnya sakit kepala hingga alergi. Iritasi ditandai dengan kemerahan, gatal, kering, hingga radang.

Selain terus menggunakan masker, Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, mengonsumsi lebih banyak air putih, dan menutup rapat ventilasi rumah dari asap, demi mengurangi kemungkinan terkena penyakit-penyakit tadi.

Cara Mengatasi ISPA

Ilustrasi

ISPA menjadi penyakit terbanyak yang kini diderita oleh warga yang tempat tinggalnya terpapar kabut asap. Meski kerap dianggap ‘sepele’, namun gangguan saluran pernapasan seperti ISPA ini mesti mendapatkan perawatan dengan segera agar tak semakin parah, terutama untuk bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

ISPA ditandai dengan sejumlah gejala, meliputi sakit kepala, demam, hidung berair atau tersumbat, batuk, sakit pada tenggorokan, badan terasa pegal atau nyeri sendi, dan sesak napas.

Mengutip beberapa sumber, berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan meringankan gejala ISPA akibat kabut asap.

1. Istirahat

Dikutip dari Medical News Today, saat gejala ISPA mulai muncul, pasien disarankan untuk beristirahat agar dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh.

2. Hindari paparan kabut asap

Kementerian Kesehatan menyarankan agar segera membatasi kegiatan di luar ruangan atau yang berhubungan langsung dengan paparan kabut asap saat gejala ISPA muncul.

3. Masker

Gunakan masker jika terpaksa harus ke luar ruangan dan terpapar dengan kabut asap.

Baca Juga : Jajanan Sehat untuk Anak, Jangan Sepelekan Rambut

4. Makanan bergizi

Konsumsi makanan bergizi dan minum lebih banyak air putih. Sayuran dan buah-buahan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

5. Obat

Selain itu, sejumlah obat seperti antihistamin, dekongestan, dan penghilang rasa nyeri juga dapat dikonsumsi untuk meredakan gejala ISPA. Konsumsi obat herbal seperti bawang putih, jahe panas, dan lemon panas juga dapat meredakan gejala

Jika gejala ISPA masih terus berlanjut seperti semakin sulit bernapas, demam tak kunjung turun, dan bibir membiru, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

*****

Sumber : CNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini