Home Kepulauan Riau

Jurnalis Kepri Ungkap Fakta dengan Belajar Tools Google

81
Ilustrasi. Sejumlah jurnalis peserta Google News Initiative Training mempraktikkan materi pemanfaatan tools Google untuk mengecek fakta di Kota Batam, Minggu (28/7/19). (F: Barakata.id)

Batam – Sejumlah jurnalis di Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti pelatihan Google News Initiative Training Network (GNITN) 2019 di Batam, Sabtu-Minggu (27-28/7/19). Kegiatan ini diselenggarakan oleh AJI Batam sebagai program dari AJI Indonesia bekerja sama dengan Google News Initiative Training Network dan Internews.

Training yang berlangsung di Hotel Venesia, Batam ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam memverifikasi informasi hoax yang tersebar khususnya di dunia maya.

Fokus GNITN juga mengasah keterampilan tiap peserta dalam memanfaatkan sejumlah tools atau alat untuk memverifikasi foto atau video yang tersebar di media sosial dan terindikasi merupakan hoax.

Baca Juga : Tangkal Hoax, AJI dan Google Gelar Training di Batam

Peserta juga diminta langsung memeriksa kebenaran rumor yang beredar di dunia maya dengan bantuan tools yang diberikan pada saat pelatihan berlangsung.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI Batam), Slamet Widodo mengatakan pelatihan ini tak hanya penting diberikan kepada jurnalis dalam mendukung kerja-kerja jurnalistik di lapangan. Masyarakat pun dinilai harus menguasai tools yang dapat memverifikasi kebenaran sebuah rumor, baik dalam bentuk foto maupun video

Pemateri GNITN, Ibrahim Arsyad mengungkapkan pelatihan itu diberikan agar kerja jurnalis dalam menyampaikan informasi dapat lebih akurat dan tidak menyebarkan berita-berita yang sifatnya hoaks. Sebab menurutnya, kekurangan jurnalis saat ini adalah kurangnya memahami berita atau mengecek berita yang akan disebar maupun yang telah tersebar.

“Karena salah satu fungsi jurnalis adalah sebagai perpanjangan informasi kepada masyarakat, maka penguasaan akan tools yang diberikan dalam pelatihan ini amat penting dimiliki dan dipahami dengan baik,” kata dia, dikutip dari pelantar.id.

Ibrahim Arsyad, trainer dari Google Newsenyampaikan materi pelatihan dalam training bersama AJI Batam, Minggu (28/7/19). (F: Eliza Gusmeri/pelantar.id)

Pelatihan ini berupa teori dan praktik langsung mendeteksi berita, foto dan video menggunakan tools Google dan tools pelacak lainnya.

Lanjut Ibrahim, ada beberapa tools yang diberikan dalam pelatihan kali itu. Seperti exifdata.com yang bisa digunakan dalam mendeteksi pengunggah pertama sebuah foto yang tersebar di media sosial. Tiap peserta juga diajarkan untuk teliti dalam melihat objek-objek yang ada dalam sebuah foto maupun video.

“Ketelitian juga tak kalah penting, sebab banyak kasus hoaks yang disertai dengan narasi bombastis dengan upaya mencocokkannya beserta foto ataupun video yang diunggah,” katanya.

Baca Juga : AJI Batam Resmikan Sekretariat Baru

Kegiatan GNITN dibagi ke dalam dua kategori, pertama training terbatas untuk jurnalis di Kepri pada tanggal 27-28 Juli 2019.

Sementara sehari sebelumnya atau tanggal 26 Juli 2019, AJI juga memberikan workshop Google News dengan materi serupa untuk mahasiswa, blogger, akademisi dan pegiat NGO di STT Ibnu Sina Batam.

Batam menjadi kota keenam dari 15 kota yang direncanakan AJI Indonesia untuk penyelenggaraan GNITN di tahun 2019. Sebelum Batam, tahun lalu AJI Tanjungpinang sudah lebih dulu menyelenggarakan training tersebut.

*****

Sumber : pelantar.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin