Home Warta Dunia Jokowi Ajak Semua Pimpinan Negara Hentikan Agresi Israel

Jokowi Ajak Semua Pimpinan Negara Hentikan Agresi Israel

Jokowi Israel
Presiden RI, Joko Widodo. (F: Twitter @jokowi)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sikap tegas terkait aksi agresi Israel terhadap Palestina. Jokowi pun menyerukan kepada semua pimpinan negara di dunia agar bersama-sama menghentikan agresi Israel.

Presiden menegaskan, agresi Israel terhadap Palestina sudah melampaui batas. Negara Indonesia mengutuk keras serangan Israel terhadap Palestina yang menimbulkan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut Jokowi, dalam beberapa hari belakangan dirinya sudah berkomunikasi dengan pimpinan sejumlah negara membahas situasi di Palestina.

BACA JUGA : Tidak Ada Lebaran di Gaza, Kami Hidup di Tengah Bom

Setidaknya, sudah ada enam pimpinan negara yang telah berdiskusi dengan Jokowi yaitu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah, dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

Selain itu ada pula Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin. Menurut Jokowi, semua pimpinan negara itu sepakat bahwa kondisi di Palestina sudah sangat mengkhawatirkan, dan karena itu agresi Israel harus segera dihentikan.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang merenggut ratusan nyawa, termasuk wanita dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” ujarnya dalam bahasa Inggris di akun Twitter @jokowi, Sabtu (15/5/21) seperti dilansir Tempo.co.

Ketegangan antara Palestina dan Israel sudah berlangsung selama nyaris sepekan. Hal itu bermula dari langkah Israel yang hendak menggusur warga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah. Padahal, Sheikh Jarrah adalah wilayah yang diakui sebagai bagian Palestina.

Warga yang menolak penggusuran itu kemudian menggelar perlawanan. Perlawanan pertama berupa unjuk rasa di kawasan Masjid Al-Aqsa pada pekan lalu.

Israel merespon keras unjuk rasa itu, berujung pada bentrok antara warga dan aparat. Dari sana, situasi berkembang hingga pertempuran antara milisi Palestina (Hamas) dengan militer Israel di mana Gaza menjadi titik terpanasnya.

Warga Palestina Meninggal
Pemakaman warga Palestina yang meninggal akibat serangan Israel. Foto: GETTY IMAGES


Korban Jiwa Tembus 100 Orang

Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, hingga Jumat (14/5/21) lalu, jumlah korban jiwa sudah lebih dari 100 jiwa di Gaza. Dari ratusan korban meninggal itu, beberapa di antaranya adalah perempuan serta anak-anak.

Sampai sekarang, pertempuran yang masih berlanjut antara milisi Palestina (Hamas) dan Israel sangat memungkinkan jumlah korban jiwa terus bertambah.

“Ada 109 orang yang tewas, termasuk 28 anak-anak dan 11 perempuan. Jumlah korban luka-luka ada 580 sejak serangan diluncurkan pada Senin kemarin,” ujar Kementerian Kesehatan di Gaza, Palestina, Jumat (14/5/21).

BACA JUGA : Sibuk Serang Gaza, Israel Dilanda Perang Saudara

Kementerian Kesehatan melanjutkan bahwa terus bertambahnya jumlah korban membuat tekanan kepada sistem kesehatan nasional bertambah. Sebab, di saat bersamaan, Palestina masih berhadapan dengan ancaman pandemi Covid-19.

Baik Palestina maupun Israel belum memiliki niatan untuk menghentikan serangan. Juru bicara Angkatan Bersenjata Israel, Brigjen Hidai Zilberman, mengatakan bahwa gencatan senjata bukan jargon yang bisa ia ucapkan setidaknya untuk 1-2 hari ke depan.

“Kami sudah membunuh 80-90 militan (Hamas),” klaim Zliberman.

Ia mengatakan, satuannya juga mulai membangun kekuatan di perbatasan Gaza. Namun, satuannya membantah konsentrasi kekuatan di perbatasan Gaza menandakan serangan darat akan terjadi.

Semnetara itu, Juru bicara Hamas, Abu Ubaida bergeming atas pernyataan pihak Israel. Ia berkata, Hamas siap merespon apapun strategi yang bakal dipakai oleh Militer Israel.

“Silahkan bangun kekuatan kalian, baik di udara, darat, maupun lautan. Kami siap berjuang hingga titik darah penghabisan,” ujar Abu Ubaida soal situasi di Gaza.

*****

Editor : YB Trisna

SebelumnyaKapal Pukat Terbakar di Laut Natuna, 27 Orang Dievakuasi, 3 Terluka Bakar
SelanjutnyaSoal Covid 19, Gubernur Kepri Minta Masyarakat Jangan Apatis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin