Home Kepulauan Riau Batam

Jangan Lengah, 50 Persen Pasien Corona Adalah OTG

121
Didi Kusmarjadi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi

Barakata.id, Batam – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyatakan, sebagian besar pasien terkonfirmasi positif corona virus disease (Covid-19) di Kota Batam adalah orang tanpa gejala (OTG). Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah lengah.

Didi mengingatkan setiap orang agar tetap menaati protokol pencegahan penularan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

“Lebih dari 50 persen pasien positif Covid kita tanpa gejala. Ini perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk masyarakat umum,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, dilansir dari Media Center Batam, Rabu (13/5/20).

Baca Juga :
Waspada OTG Covid-19, di Kepri Ada 676 Orang, Ini Sebaran Datanya

Kondisi pasien positif tanpa gejala ini biasanya digambarkan dalam rilis gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Batam. Di akhir siaran pers tentang penambahan pasien positif baru, kerap tertulis “saat ini kondisi pasien dalam keadaan stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti”.

“Maka itu pemerintah terus mengingatkan warga untuk tetap di rumah. Jaga jarak social physical distancing, hindari kerumunan, kalau tak penting tak usah keluar rumah, kalau keluar rumah pakai masker,” katanya.

“Terapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer,” sambung Didi.

Baca Juga :
Tiga Pasien Corona di RSBP Batam Sembuh

Didi mencontohkan kasus terbaru pasien positif di Batam yang diumumkan pada Senin (11/5/20). Tiga bersaudara terkonfirmasi positif Covid-19, yang tercatat sebagai pasien positif nomor 40-42.

Ketiganya merupakan tetangga dari pasien positif nomor 35 yang telah meninggal dunia. Mereka cukup dekat dengan almarhum semasa hidup.

Sebagai anak-anak yatim yang ditinggal ibunya bekerja di luar negeri, empat bersaudara ini banyak dibantu oleh keluarga pasien 35 untuk kehidupan sehari-hari.

“Kondisi anak-anak ini umumnya baik. Sehat. Tanpa ada gejala sama sekali. Kita lakukan swab karena menjadi kontak dekat dari pasien positif sebelumnya. Dan dari empat bersaudara ini, hanya yang bungsu hasilnya negatif. Kan kasihan jadinya harus jalani karantina terpisah dari kakak-kakaknya,” kata Didi.

Didi mengatakan, kasus seperti ini banyak terjadi. Warga yang tampak sehat dari luar, ternyata menjadi carrier virus corona jenis baru tersebut.

“Jadi, kami imbau kepada semua masyarakat, jangan kita sampai lengah. Tetaplah ikuti semua anjuran pemerintah, ini demi kebaikan kita semua. Semoga wabah ini bisa lebih cepat kita atasi sehingga kita kembali beraktivitas normal,” katanya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin