Home Urban Nusantara

Islam di Banda Neira, Tak lepas dari Peran Ulama Blitar

147
artikel perempuan

BlitarSejarah yang belum pernah terungkap selain empat tahanan pahlawan nasional yang diasingkan ke kepulauan Maluku tepatnya di Banda Neira yakni ada tiga tokoh ulama besar dari Blitar, Jawa Timur.

Baca juga : Viral, Ulama 154 Tahun Abah Abuya Syar’i, Diketahui Seangkatan dengan Kiai Hasyim Asy’ari

Diantaranya, Kyai H. Imam Bhukori, Kyai H. Sofyan (red, anaknya), dan Kyai H. Abdullah Fakih dari Plosokerep Kota Blitar yang dianggap oleh Belanda membahayakan kedudukannya untuk mengusai Nusantara.

Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Khubby Ali atau biasa disapa Gus Bobby, selaku pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum, Desa Jatinom, Kabupaten Blitar, saat menjamu balik rombongan tamunya yang datang dari Kabupaten Tual, Provinsi Maluku Tengah, pada Selasa (18/1/2022) siang kemarin di kediamannya.

Selain itu, kata dia, ia mengetahui sejarah tersebut awalnya dari cerita-cerita keluarga nenek dan kakeknya secara turun menurun, sehingga dia bersama 12 orang temannya mengadakan ekspedisi napaktilas selama tujuh hari di bulan Maret 2021 yang lalu untuk membuktikan kebenaran itu.

“Ternyata, disana, Kyai H. Imam Bhukori diakui keberadaannya oleh masyarakat Banda yang masuk agama Islam karena dakwahnya. Disana pula juga ada prasasti yang mencatat daftar nama-nama orang yang diasingkan,” tuturnya.

Kemudian cicit dari Kyai Imam Bhukori ini membeberkan, sebab kakeknya diasingkan di Banda Neira ini bermula ketika pada tahun 1914, saat SI (Sarekat Islam) menggelar pertemuan besar semacam Silatnas (Silaturahmi Nasional) di alon-alon Kota Blitar yang dihadiri oleh HOS Cokroaminoto bersama pengurus lainnya.

“Sementara, Pondok kakek saya dijadikan untuk makan bagi para peserta silatnas SI,” ujarnya.

Kendati demikian, Silatnas SI tidak semulus yang diagendakan. SI pecah menjadi SI Merah dan SI Putih. Kemudian Kyai H. Imam Buchori bergabung dengan SI Merah yang berlawanan dan lebih radikal kepada pihak Belanda.

Baca juga : Kisah Wali Allah yang Salat di Atas Air Laut

“Dengan dalih SI Merah bakal memberontak, kemudian Belanda menangkapnya dan mengasingkan ke Banda Neira sekira November 1926, sebelum kedatangan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir. Terus dirasa sudah tidak membahayakan, Belanda memulangkan ketiga Kyai tersebut,” lanjut Dosen UIN Surabaya ini.

Lebih lanjut, Bobby menuturkan kalau Kepulangan Kiai Bukhori dari Banda Neira ditandai dengan membawa enam bibit buah Pala dan dua kerang laut berukuran besar. Dimana, Kesemua bibit tersebut ditanam di Blitar.

Peninggalan pohon Pala dari Banda Naira yang ditanam Kyai H. Imam Bhukori
Peninggalan pohon Pala dari Banda Naira yang ditanam Kyai H. Imam Bhukori yang berada di Ponpes Mamba’ul Ulum, Desa Jatinom, Kabupaten Blitar.(foto : achmad/barakata.id)

“Dua di depan rumah yang sekarang masih ada. Dua ditanam di Istana Gebang Kota Blitar, sementara dua lainnya ditanam kerabatnya. Mungkin yang di kerabat saya sudah di tebang. Karena meraka tidak mengetahui nilai historisnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui juga di Banda Neira telah terjadi kesepakatan tukar guling termahal dalam sejarah perdagangan dunia yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris, yang dinamakan perjanjian Breda di Kota Breda, Belanda pada 31 Juli 1667.

Salah satu poin pada perjanjian tersebut, Pasal 3 memutuskan Pulau Run di Maluku yang sebelumnya dikuasai Inggris menjadi milik Belanda. Sedangkan Pulau Manhattan di Amerika yang merupakan koloni Belanda resmi menjadi hak Inggris.

Akhirnya, kongsi dagang Belanda tiba di Kepulauan Banda dan mulai menguasai satu per satu pulau utamanya. Melalui Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) berhasil menguasai Banda dengan melakukan genosida terhadap penduduk asli Banda.

Semula, jumlah penduduk asli Banda yang tadinya ada 15.000 jiwa menjadi tersisa 600 orang saja. Bahkan, banyak penduduk asli yang tersisa memilih untuk hengkang dari Banda Neira.

Baca juga : Resapi 5 Nasihat dari Nurcholis Madjid

Kemudian untuk menggarap perkebunan pala di Banda, VOC mengimpor buruh kebun dari daerah-daerah lain dari Nusantara. (jun/tim ekspedisi Banda Neira Blitar)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin