ISIS Tunjuk Abu Ibrahim al-Hashimi Sebagai Pemimpin Baru

23
Lokasi persembunyian mendiang pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, di Suriah. (F: AP Photo/Ghaith Alsayed)

Barakata.id, Batam – Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi ditunjuk sebagai pemimpin baru ISIS, menggantikan Abu Bakar al-Baghdadi. Penunjukan ini sekaligus sebagai bentuk konfirmasi ISIS bahwa pemimpin mereka Baghdadi benar sudah tewas.

Pernyataan itu disampaikan melalui sebuah pernyataan audio yang dibacakan Juru Bicara ISIS, Abu Hamza al-Quraishi. Baghdadi, yang memimpin IS sejak 2014 dan merupakan orang yang paling dicari di dunia, tewas dalam serangan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) di provinsi barat laut Suriah, Idlib, Minggu lalu.

“Kami berduka untuk Anda (al-Baghdadi), komandan umat beriman,” katanya seperti dikutip dari AFP, Jumat (1/11/19).

Baca Juga : Pimpinan ISIS Baghdadi Tewas, Polri Waspadai Aksi Balasan Kelompok Indonesia

Seperti diketahui, kabar tewasnya Baghdadi disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih Trump mengatakan al-Baghdadi meninggal setelah berlari ke jalan buntu.

“Ia merintih dan menangis dan menjerit sepanjang jalan,” kata Trump dengan menambahkan bahwa Baghdadi “mati seperti anjing”

Baca Juga : Waspada, Akun Propaganda ISIS Menyusup di TikTok

Dalam pesan audio baru, juru bicara ISIS menggambarkan Trump sebagai “orang tua gila”. Abu Hamzah memperingatkan AS, para pendukungnya akan membalas kematian Baghdadi.

“Jangan bersukacita Amerika, pemimpin yang baru terpilih akan membuat Anda melupakan kengerian yang telah Anda rasakan … dan membuat prestasi hari-hari Baghdadi terasa manis,” kata dia.

Informan dapat Rp350 miliar

Pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang tewas oleh operasi militer AS. (F: via Kompas.com)

Sementara itu, dilansir dari AFP, Jumat (1/11/19), informan yang memberi rincian pergerakan mendiang pemimpin kelompok ISIS, Baghdadi bakal mendapat imbalan besar. Nilainya diperkirakan mencapai US$25 juta (sekitar Rp350 miliar). Informan tersebut diduga merupakan orang kepercayaan Baghdadi.

Dia juga anggota ISIS yang membantu Baghdadi kabur di Suriah dan menjadi pengawas lokasi persembunyiannya.

Menurut surat kabar The Washington Post, sumber itu berada di lokasi ketika pasukan gabungan menyerbu untuk menangkap Baghdadi. Dua hari kemudian dia dan keluarganya dijemput untuk pergi dari wilayah itu.

Dari informasi yang dihimpun, diduga informan yang merupakan simpatisan ISIS itu berbalik melawan gara-gara seorang kerabatnya tewas dibunuh anggota kelompok radikal itu. Ia disebut tahu secara rinci denah ruangan rumah yang dijadikan tempat persembunyian Baghdadi.

Informan itu diduga direkrut oleh intelijen Kurdi yang memantau pergerakannya selama beberapa pekan, sebelum memastikan informasi yang dia berikan. Informasi itu yang dijadikan dasar AS untuk menggelar operasi militer menangkap Baghdadi.

*****

Sumber : CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here