Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Isdianto: Stok Beras di Kepri Aman Setahun ke Depan

15
Isdianto (kanan) meninjau Gudang Bulog Batu 5 Bawah, Tanjungpinang, Jumat (20/3/20). (F: Humas Pemprov Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Plt Gubernur Kepri, H Isdianto memastikan stok sembako, khususnya beras aman hingga setahun ke depan. Saat ini tersedia pasokan sebesar 1.450 ton beras dan dalam perjalanan sebanyak 1.500 ton lagi.

Ketersediaan ini sekaligus menandakan dalam menyambut puasa, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dan hari besar lainnya, stok makanan pokok masyarakat Kepri ini aman.

“Kami sekaligus mengabarkan kepada masyarakat Kepri agar jangan ada yang ragu maupun cemas dengan pangan, pasokan Bulog tidak ada kendala dan sangat aman,” ujar Isdianto saat meninjau Gudang Bulog Batu 5 Bawah, Tanjungpinang, Jumat (20/3/20).

Baca Juga :
Bintan Semakin Maju, Isdianto Prioritaskan SPAM Regional

Isdianto pun memastikan penyalurannya hingga ke seluruh daerah di Kepri bisa berjalan lancar dan merata. Karena itu, ia tak ingin posisi aman hanya ada di ibu kota provinsi, melainkan ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Kepri ini.

Dalam peninjauan ke gudang Bulog tersebut, Isdianto didampingi Kepala Badan Kesbangpol H Lamidi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Burhanudin, Kadis Perindag Kota Tanjungpinang Ahmad Yani, Kepala Biro Kesra H Aiyub, serta Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang Edison.

Isdianto kembali menghimbau masyarakat Kepri untuk tidak panik, namun tetap waspada. Ia menegaskan, soal pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat di Kepri masih dalam posisi aman.

“Tenang dan tidak usah panik, semua bahan pokok tersedia dan aman sampai beberapa bulan ke depan. Dan kami harap tidak ada yang melakukan pembelian secara besar besaran atau menumpuk stok pangan dan bahan pokok,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, kepentingan masyarakat adalah yang utama. Kare itu, ia mengimbau semua pihak agar bersama-sama untuk melakukan tindakan yang membuat cemas masyarakat lainnya. Seperti tidak melakukan panic buying atau membeli bahan kebutuhan pokok secara berlebihan.

“Kita terus pantau dan melihat langsung ketersediaan pangan untuk beberapa bulan ke depan. Karena kita tak ingin masyarakat di Kepri ini menjadi khawatir,” katanya.

*****

Penulis : Erha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin