Isdianto: INSANI Tinggal Melanjutkan Kerja, yang Lain Baru Mau Janji

Isdianto
Cagub Kepri nomor urut 2 Isdianto berbincang dengan ibu-ibu warga BSI Residence, Batam, Minggu (15/11/20). (F: barakata.id/yuri b trisna)

Barakata.id, Batam – Calon Gubernur Kepri nomor urut2, Isdianto menyapa warga perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence, Kelurahan Belian, Batam Kota, Batam, Minggu (15/11/20) pagi. Di hadapan puluhan warga, Isdianto menyampaikan bahwa program kerja pasangan INSANI (Isdianto-Suryani) lebih realistis dan mudah diwujudkan dibanding calon lain.

Kedatangan adik kandung mantan Gubernur Kepri almarhum Muhammad Sani ke BSI disambut antusias warga yang berkumpul di lapangan fasum Blok C. Kalangan emak-emak pun langsung mengacungkan dua jari sambil menyerukan “INSANI Menang, Menang!” dan “Isdianto Gubernur Kepri!”.

Dengan ramah, Isdianto balas menyapa warga dengan senyum khasnya. Ia bahkan lebih memilih duduk di kursi berbaur bersama warga dibanding tempat yang telah disiapkan di atas panggung.

Alhasil, deretan kursi yang berada di ‘gazebo’ yang posisinya berada di atas, dan sedianya disiapkan untuk Isdianto dan rombongan, malah diduduki oleh warga setempat. Maka jadilah posisi Isdianto duduk bersama warga di bawah tenda.

“Lebih enak di sini, biar lebih jelas ngobrolnya,” kata Isdianto yang datang mengenakan kaos putih dan berpeci hitam.

Baca Juga :

Pada kesempatan itu, tokoh warga BSI Residence, Syukri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Isdianto yang selama menjabat Plt Gubernur dan Gubernur definitif Kepri cukup membantu kebutuhan warga BSI Residence.

“Alhamdulillah, pembangunan masjid kami ini juga bisa terlaksana karena ada bantuan dari Pemprov Kepri yang dipimpin Pak Isdianto. Begitu juga dengan fasum dan lainnya,” kata dia.

Syukri mengatakan, fasum di Blok C BSI Residence ini dulunya adalah kolam renang. Tapi karena biaya yang dibutuhkan untuk mengelola kolam renang sangat besar, warga akhirnya sepakat untuk menimbunnya dan menjadikan fasum, lengkap dengan gazebo serbaguna.

Cagub Kepri nomor urut 2, Isdianto foto bersama warga BSI Residence, Batam, (F; barakata.id/yuri b trisna)

Pembangunan fasum itu juga tak lepas dari bantuan Pemprov Kepri dan anggota DPRD Kepri. Namun, masih banyak fasilitas pendukung yang dibutuhkan warga.

“Di sini kan banyak anak-anak, Pak, jadi warga berharap ada fasilitas olahraga juga di fasum ini. Kami berharap Pak Isdianto bisa memenuhi permintaan warga di sini,” katanya.

Baca Juga :

Mendengar itu, Isdianto sempat melemparkan pandangannya ke sekeliling fasum, lalu ia mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum.

“Tak ada masalah, mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan warga bisa segera kita wujudkan,” katanya saat tiba giliran menyampaikan pidato.

INSANI sudah tancap gas, yang lain baru janji

Pada kesempatan itu, Isdianto menyebutkan bahwa di antara tiga pasangan calon yang ikut Pilkada Kepri, hanya ia yang berasal dari lingkungan birokrat sementara yang lain adalah politisi murni. Menurutnya, karena ia adalah orang birokrat maka untuk mewujudkan harapan masyarakat akan menjadi lebih mudah.

“Saya lebih paham dan mengetahui jalurnya di pemerintahan. Jadi keinginan dan harapan warga akan lebih cepat bisa direalisasikan. Dengan demikian pembangunan di Kepri bisa lebih terukur dan bermanfaat untuk masyarakat,” kata dia.

INSANI
Cagub Kepri nomor urut 2, Isdianto berbincang dengan warga BSI Residence, Batam, Minggu (15/11/20). (F: barakata.id/yuri b trisna)

Isdianto juga mengatakan bahwa pada pilkada 2020 ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpilih akan menjabat selama 3 tahun 8 bulan saja. Itulah sebabnya pasangan INSANI menyusun program kerja yang lebih padat dan ringkas dibanding calon lain.

“Buat apa kita bikin program banyak tapi hanya janji belaka, tidak bisa direalisasikan. Kalau saya kan sekarang sudah berada di dalam (pemerintahan), jadi tinggal melanjutkan rencana kerja yang sudah kami rancang, sambil menambah program baru yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Jadi, visi dan misi INSANI, saya Isdianto dan Suryani, benar-benar disusun sesuai untuk kepentingan masyarakat Kepri,” ujar Cagub Kepri nomor urut 2 itu.

“Kalau yang lain kan masih berjanji, baru akan, baru mau. Kalau saya sudah tinggal menjalankan saja, tinggal tancap gas,” kata dia.

Di pertemuan dengan warga BSI Residence itu, Isdianto juga menegaskan program kerja INSANI di bidang pendidikan. Ia meyakinkan masyarakat Kepri bahwa pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Isdianto-Suryani saat mempimpin Kepri nanti.

“Pendidikan kita harus bagus, agar kita memiliki sumber daya manusia yang handal,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri itu.

“Kami akan berjuangan agar biaya-biaya pendidikan di tingkat SMA dan sederajat di Kepri ini tidak ada lagi, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Kami akan kawal dan jaga supaya anak-anak kita tidak ada yang putus sekolah, anak-anak kita harus mendapat pendidikan yang layak,” ujarnya.

Karena itu, Isdianto berharap dukungan dari masyarakat agar bisa melanjutkan kerjanya di Pemprov Kepri. “Saya sekarang sedang cuti pilkada, setelah itu akan aktif lagi. Selama kampanye ini saya banyak menyerap aspirasi masyarakat, itu yang akan saya perjuangkan agar bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Baca Juga :

Bali Dalo dari Tim Pemenangan INSANI yang mendampigi Isdianto juga menyinggung tentang kondisi buruh di Batam. Menurut dia, di masa pandemi Covid-19 ini, kondisi perekonomian memang sedang menghadapi cobaan cukup berat.

Banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya. Karena itu, INSANI, kata Bali Dalo akan berjuang untuk menjaga iklim investasi di Kepri tetap kondusif agar perusahaan tetap dapat beroperasi dan buruh dapat bekerja sebagaimana biasa.

Bali Dalo juga menyinggung perihal keberadaan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Disebutkan, jika selama ini PHI berada di Kota Tanjungpinang maka ke depan akan hadir PHI di Kota Batam.

Dengan demikian, pekerja atau buruh di Batam yang memiliki permasalahan hubungan kerja dengan perusahaan bisa lebih cepat menyelesaikan persoalan tersebut.

“Masyarakat Batam ini rata-rata kan pekerja di perusahaan baik asing maupun dalam negeri. Kita akan jaga agar saudara-saudara kita bisa tetap bekerja. Kalaupun nantinya ada permasalahan hubungan kerja, bisa langsung diselesaikan karena PHI akan dihadirkan di Batam,” kata dia.

“Pekerja di Kepri harus sejahtera agar daya beli masyarakat bagus. Itu akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah,” sambung pria yang dikenal sebagai pengacara tersebut.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin